Find Us on Facebook

Subscribe to Our Channel

https://www.youtube.com/@topcareertv1083

Tips Karier

5 Pertanyaan Paling Sering diajukan dalam Wawancara Kerja, dan Cara Menjawabnya

Ilustrasi. Sumber foto: JBCconnect.comIlustrasi. Sumber foto: JBCconnect.com

Topcareer.id – Menghadiri wawancara kerja berarti mempersiapkan diri untuk menghadapi sejumlah pertanyaan dari para perekrut.

Meski pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak terdengar sulit, tapi jawaban yang kurang tepat bisa membahayakan langkah kamu untuk meraih kerjaan tersebut lho. Karena itu, ada baiknya menyiapkan jawaban yang baik untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Untuk membantu kamu, berikut 5 pertanyaan yang paling sering diajukan saat wawancara dan cara menjawabnya, seperti dikutip dari workopolis.

  • Jelaskan tentang diri kamu
    • Ingat, jangan terpancing untuk menjelaskan a-z mengenai kehidupan kamu, apalagi curhat soal masalah yang sedang kamu hadapi. Yang ingin perekrut tahu adalah apakah personalisasi kamu cocok dengan perusahaan, dan apakah kamu bisa meng-handle pekerjaan yang diberikan nanti.
    • Contoh jawaban yang bisa kamu berikan: “Saya SEO manager dengan pengalaman 10 tahun mengelola semua aspek pemasaran digital, dari iklan berbayar hingga situs mikro, baik untuk perusahaan kecil maupun besar.

Baca juga: Hindari 9 Kesalahan Negosiasi Gaji Ini Saat Wawancara Kerja (Bagian 1)

  • Kenapa kamu tertarik dengan perusahaan ini?
    • Mungkin kamu tergoda untuk menjawab “karena saya butuh uang.” Tapi, sayangnya perusahaan tak ingin mendengar hal dasar seperti itu.
    • Mereka hanya ingin tahu, seberapa dalam research yang kamu lakukan terhadap perusahaan, dan peran yang diberikan untuk kamu. Jadi, selain menunjukkan ketertarikanmu pada jabatan yang ditawarkan, kamu juga harus memperlihatkan persiapan dan profesionalisme kamu dalam bekerja.
    • Contoh jawaban yang bisa kamu berikan: “Saya tertarik bekerja untuk Tesla sejak mobil Roadster dirilis. Saya sangat bersemangat terhadap teknologi dan inovasi. Peran ini memungkinkan saya menyeleraskan minat saya dengan pengalaman kerja saya, untuk perusahaan yang sangat saya yakini.”
  • Apa kekuatan terbesarmu?
    • Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu perlu mendalami terlebih dahulu apa yang dibutuhkan perusahaan dari jabatan yang kamu lamar. Apakah mereka mencari orang yang bisa bekerja dalam tim, orang dengan kemampuan leadership yang baik, atau seseorang dengan kemampuan komunikasi yang bagus.
    • Contoh jawaban yang bisa kamu berikan: “Beberapa orang memberitahu jika saya adalah komunikator yang baik. Di perusahaan saya saat ini, saya memimpin rapat mingguan di mana saya menyampaikan tujuan dan pencapaian kepada seluruh perusahaan.”

Baca juga: Hindari 9 Kesalahan Negosiasi Gaji Ini Saat Wawancara Kerja (Bagian 2)

  • Apa kelemahan terbesarmu?
    • Cobalah cari kelemahan sungguhan dari kamu, namun yang sekiranya tak mengganggu kualifikasi kamu terhadap pekerjaan yang lamar. Jelaskan juga bagaimana kamu sadar terhadap kelemahanmu itu, dan bagaimana usaha kamu untuk mengatasinya.
    • Contoh jawaban yang bisa kamu berikan: “Saya kadang berpikir kalau saya terlalu keras terhadap diri saya sendiri. Ini adalah sesuatu yang sedang saya coba perbaiki.”
  • Bagaimana kamu melihat dirimu dalam 5 tahun ke depan?
    • Harapan adalah sesuatu yang normal. Dan pertanyaan ini bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki ambisi, ketertarikan, dan usaha untuk tumbuh secara profesional.
    • Contoh jawaban yang bisa kamu berikan: “Saya melihat diri saya di posisi editor. Di poin itu mungkin saya telah bekerja di dunia jurnalistik selama 15 tahun, dan saya merasa saya sudah siap untuk masuk ke posisi yang lebih strategis, di mana saya bisa memakai pengalaman saya untuk memimpin tim.”

Ingat, semua wawancara memiliki caranya sendiri. Tapi kalau kamu menguasai lima pertanyaan ini, setidaknya kamu akan jauh lebih siap dalam meraih pekerjaan baru.**(Feb)

the authorSherley Agnesia

Leave a Reply