Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, December 4, 2020
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

7 Tips Membangun Employer Branding Strategy Efektif untuk Perusahaan (Bagian 2)

Ilustrasi. (dok. Startup Stock Photos)

Topcareer.id – Sekarang adalah zamannya hidup di era media sosial. Jika menginginkan audiens seluas mungkin, dan menyampaikan pesan dengan cara yang paling hemat biaya, itu berarti pemasaran harus menyertakan media sosial.

Statistik menunjukkan lebih dari tiga miliar orang, atau hampir setengah populasi dunia, aktif di beberapa bentuk media sosial.

Cara lama periklanan yang dipopulerkan oleh media yang dikonsumsi secara pasif seperti majalah, radio, dan televisi hampir tidak seefektif di era ini.

Banyak perusahaan telah beralih ke strategi baru yang memanfaatkan aset paling berharga mereka, yakni tenaga kerja mereka untuk menjangkau secara langsung prospek dan kemungkinan rekrutan baru.

Benang merah yang dapat menghubungkan perekrutan media sosial dan pemasaran media sosial adalah Employer Branding Strategy (EBS). Dengan EBS, karyawan akan bertindak sebagai duta merek online perusahaan, dengan cara yang terlihat secara organik dan pribadi.

Dengan kata lain, karyawan didorong untuk membagikan pemikiran positif mereka tentang perusahaan, produknya, dan pengalaman bekerja di perusahaan dengan teman, keluarga, dan kontak profesional yang mengikuti mereka di media sosial.

Metode ini menunjukkan wawasan otentik ke dalam budaya perusahaan. Lagipula, kandidat suka melihat dengan siapa mereka akan bekerja, bukan hanya apa yang akan mereka lakukan hari demi hari.

Bagian akhir dari tulisan.

Baca juga: Punya Kecepatan 500Km/Jam, Mobil Ini Sabet Gelar Mobil Tercepat di Dunia

Organisasi apa yang membutuhkan Employer Branding Strategy?
EBS adalah strategi yang bekerja lebih baik dalam skala besar. Jika kamu memiliki perusahaan besar dengan lebih dari 500 karyawan, kamu harus sudah memiliki EBS. Jika belum, saatnya untuk mulai.

Jika perusahaan kamu ingin merekrut kandidat bertalenta terbaik, atau meningkatkan kesadaran positif terhadap merek perusahaan kamu, EBS yang kuat dapat membantu memberikan hasil tersebut.

Berikut ini tips untuk membuat Employer Branding Strategy (EBS) yang sukses.

Bagian kedua dari artikel:

4) Tempatkan karyawan di tengah
Karyawan perusahaan adalah bintang acara EBS, jadi biarkan mereka yang memimpin setelah kamu mengomunikasikan tujuan dan harapanmu. Semakin banyak karyawan menghasilkan dan memposting konten mereka sendiri, penjangkauan mereka akan semakin otentik dan sesuai.

Berikan bimbingan kepada karyawan mengenai gagasan yang jelas tentang tujuan perusahaan, dan kemudian biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri untuk memposting konten yang menunjukkan antusiasme yang tulus kepada perusahaan.

5) Menempatkan visi perusahaan sebagai intinya
Kehadiran media sosial resmi perusahaan kamu sendiri dapat membantu menentukan garis dasar untuk konten dan pesan yang diproduksi oleh karyawan. Miliki visi yang jelas, yang diekspresikan melalui pilihan merek dan pesan yang dapat dirujuk kembali oleh karyawan.

Ini memberi mereka titik peluncuran yang dapat mereka gunakan untuk berintegrasi secara tematis dengan konten mereka sendiri atau menghasilkan ide posting baru. Bagaimanapun juga kamu pasti ingin karyawan kamu membuat konten organik asli yang mencerminkan kepribadian masing-masing.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Memilih Sistem Outsourcing

6). Bangun suara sendiri
Beberapa merek sangat hebat dalam menciptakan persona perusahaan di media sosial. Soroti budaya perusahaan kamu dengan memosting foto, video, narasi tentang acara, pencapaian karyawan, penghargaan, dan cerita positif lainnya.

Ini dapat membantu membentuk merek kamu sendiri, dan mengedepankan citra perusahaan yang bukan organisasi tanpa wajah, tetapi benar-benar kumpulan orang sungguhan yang bahagia bekerja di perusahaan kamu.

Kesimpulan
Tidak ada solusi siap pakai untuk EBS. Itu harus dibangun seiring waktu, bekerja samalah dengan karyawan untuk Menemukan “suara” yang mewakili perusahaan dan beresonansi dengan audiens. Mungkin perusahaan akan memerlukan beberapa percobaan dan kesalahan.

Perusahaan yang berhasil melakukannya, bagaimanapun juga akan memiliki aset untuk branding, pemasaran, dan perekrutan yang tak ternilai harganya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply