Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Tuesday, November 24, 2020
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Menurut Studi, Sarapan dengan Makanan Satu Ini Bisa Jadi Bencana Bagi Kesehatan

Topcareer.id – Tak ada sarapan yang lebih mudah dan nikmat dengan telur, entah telur mata sapi, telur orak-arik (scramble egg) atau bahkan telur rebus. Telur seperti menjadi makanan pokok yang mudah untuk disajikan untuk sarapan. Tapi ingat, jangan makan telur dengan berlebihan.

Ya, yang kita ketahui bahwa telur menawarkan sejumlah manfaat nutrisi seperti protein, vitamin D, vitamin B6, dan seng. Tidak heran manusia telah menggunakan telur untuk memulai pagi mereka sejak zaman Romawi kuno.

Namun, sebuah studi baru yang baru saja dirilis oleh University of South Australia menemukan bahwa konsumsi telur “berlebihan” dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena diabetes secara signifikan.

Mengutip The Ladders, lebih khusus lagi, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang terbiasa makan satu atau lebih telur (50+ gram) setiap hari menempatkan diri mereka pada risiko diabetes 60% lebih tinggi.

Baca Juga: Ide Sarapan Pagi untuk Para Pekerja Kantoran

Bahkan secara teratur makan kurang dari satu telur per hari (38+ gram) dikaitkan dengan risiko diabetes 25% lebih tinggi. Hal ini terutama berlaku untuk wanita dibandingkan dengan pria.

Dilakukan selama 18 tahun (1991-2009), proyek ini adalah yang pertama melacak dan mengevaluasi efek kesehatan dari konsumsi telur dalam jangka panjang di antara orang dewasa Tionghoa. Peneliti dari Qatar University dan China Medical University juga berkolaborasi dalam penelitian ini.

Secara keseluruhan, data tentang 8.545 orang dewasa dimasukkan dalam temuan ini, dengan rata-rata peserta berusia sekitar 50 tahun pada awal periode observasi.

Meskipun penelitian ini berfokus pada warga China secara eksklusif, temuannya layak dipertimbangkan dari mana pun kamu berasal. Telur adalah makanan yang melampaui batas dan negara. Banyak orang yang menjadikan telur sebagai bagian dari ritual pagi mereka.

Baca Juga: Manfaat Sarapan Pagi Untuk Kesehatan dan Kinerja Di Kantor

Menariknya, para peneliti mencatat bahwa selama beberapa dekade terakhir, konsumsi telur di antara para partisipan terus meningkat. Misalnya, orang dewasa hanya makan 16 gram telur setiap hari antara 1991-1993 tetapi jumlah itu meningkat menjadi 31 gram per hari pada 2009.

Sementara itu, angka diabetes di China khususnya dan dalam skala dunia terus meningkat. Saat ini, diyakini bahwa 11% penduduk China menderita diabetes, serta 8,5% dari populasi global secara keseluruhan.

“Diet adalah faktor yang diketahui dan dapat dimodifikasi yang berkontribusi pada permulaan diabetes tipe 2, jadi memahami berbagai faktor makanan yang mungkin memengaruhi penyebaran penyakit itu penting,” kata Dr. Ming Li dari UniSA dalam rilis universitas.

“Selama beberapa dekade terakhir, China telah mengalami transisi nutrisi yang substansial yang membuat banyak orang beralih dari pola makan tradisional yang terdiri dari biji-bijian dan sayuran, ke pola makan yang lebih diproses yang mencakup daging, makanan ringan, dan makanan padat energi dalam jumlah yang lebih banyak.”

“Pada saat yang sama, konsumsi telur juga terus meningkat; dari 1991 hingga 2009, jumlah orang yang makan telur di China hampir dua kali lipat,” lanjutnya.

Tim peneliti menekankan bahwa temuan mereka tidak memverifikasi hubungan kausal antara konsumsi telur dan timbulnya diabetes. Sampai sekarang, yang bisa mereka pastikan adalah makan telur secara berlebih dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes.**(RW)

Leave a Reply