Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, January 27, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Kepala PBB Peringatkan masih ada Jalan Panjang setelah Persetujuan Vaksin

Ilustrasi

Topcareer.id – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan pada Kamis (3/12/2020) bahwa dunia dapat memerangi bencana susulan pandemi COVID-19 selama beberapa dekade mendatang bahkan jika vaksin segera disetujui.

Guterres memuji kemajuan ilmiah yang cepat terkait pengembangan vaksin COVID-19, tetapi memperingatkan bahwa vaksinasi bukanlah obat mujarab untuk penyakit yang mempengaruhi planet ini.

“Jangan membodohi diri kita sendiri. Vaksin tidak dapat memperbaiki kerusakan yang akan berlangsung bertahun-tahun, bahkan beberapa dekade mendatang,” kata Guterres dalam pembukaan KTT PBB tentang virus, mengutip Channel News Asia.

“Kemiskinan ekstrim meningkat; ancaman kelaparan membayangi. Kita menghadapi resesi global terbesar dalam delapan dekade.”

Dia mengatakan COVID-19 – yang telah menewaskan hampir 1,5 juta orang secara global – telah memperburuk tantangan jangka panjang lainnya termasuk ketidaksetaraan dan perubahan iklim.

Baca juga: Meski Vaksin Sudah di Tangan, Ahli Tetap Anjurkan Disiplin 3M

Para pemimpin atau pejabat senior dari lebih dari 100 negara akan mengambil bagian dalam KTT melalui pidato singkat yang direkam sebelumnya, tetapi para diplomat tidak mengharapkan pertemuan dua hari virtual itu akan segera menghasilkan keputusan besar.

Guterres mengulangi seruannya bahwa vaksin dianggap sebagai “barang publik global” yang dibagikan di seluruh dunia. Dia meminta kontribusi untuk mengisi kekurangan USD4,3 miliar dalam pembiayaan selama dua bulan ke depan.

Lebih dari 180 negara telah bergabung dengan COVAX, sebuah kolaborasi global yang bekerja dengan produsen untuk mendistribusikan vaksin secara adil.

Pengecualian utama adalah Amerika Serikat, yang telah berada di garis depan penelitian dan di mana Presiden Donald Trump ingin memvaksinasi orang Amerika terlebih dahulu, dan Rusia, yang telah meluncurkan vaksinnya sendiri tetapi menemui skeptisisme.

Guterres sangat membela kinerja WHO dan mengatakan bahwa rekomendasinya seharusnya menjadi dasar untuk tanggapan global yang terkoordinasi.

“Dalam beberapa situasi, ada penolakan fakta dan ketidaktahuan tentang pedoman. Dan ketika negara pergi ke arah opini mereka sendiri, virus pergi ke segala arah,” kata ketua PBB itu.**(Feb)

Leave a Reply