Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Ledakan Kelahiran Bayi Akibat Pandemi COVID-19 Diprediksi Mencapai Puncaknya Januari 2021

Wanita hamil. (foto: pexels)

Topcareer.id – Mengingat kembali awal pandemi pada bulan Maret 2020 lalu banyak orang-orang bercanda bahwa bayi yang lahir di akhir tahun akan memiliki nama nama unik terkait COVID-19.

Ternyata tak hanya banjir nama unik yang akan ramai dibicarakan, ledakan kelahiran bayi era COVID-19 bisa menjadi hal yang nyata di beberapa tempat pada Januari 2021.

Contohnya ada seorang ibu bernama Angela Sherril di Houston yang tidak berencana memiliki bayi selama tiga tahun ke depan. Kemudian, pandemi virus corona melanda.

Baca Juga: Tips Menyusui Bayi dengan Aman selama Pandemi COVID-19

Tiba-tiba keluarganya yang terdiri dari empat orang sekarang akan menjadi keluarga beranggotakan lima orang.

“Ini menegangkan, ketika mengetahui hamil selama pandemi,” kata Sherrill.

Sherrill adalah ibu yang tinggal di rumah dan sudah sibuk dengan kedua putranya. Setelah pandemi melanda sejak Maret 2020, suaminya di-PHK selama enam minggu dan kini, mereka menunggu kedatangan gadis pertama mereka di bulan Januari.

Angka-angka dari klinik setempat menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah wanita hamil dibandingkan jumlah kehamilan tahun lalu di wilayah tersebut.

Seorang dokter OBGYN Megan Pallister dari Kelsey-Seybold di Houston mengatakan angka dari kliniknya menunjukkan ada sekitar 3.500 ibu hamil yang berkunjung ke klinik mereka di tahun 2019. Tahun 2020 ini kliniknya telah menerima kunjungan ibu hamil sebanyak 4.700.

Memiliki bayi sendiri selama pandemi, Pallister mengatakan 50% kehamilan di AS tidak direncanakan, tetapi beberapa orang memang memilih untuk hamil selama pandemi.

“Saya pikir banyak orang berpikir bahwa ini saat yang tepat untuk memiliki bayi karena mereka lebih sering berada di rumah,” kata Dr. Pallister.

Namun Dr. Pallister berkata bahwa hal itu belum tentu terjadi di semua wilayah. Beberapa ahli juga percaya ledakan bayi COVID-19 tidak akan meluas. Di beberapa daerah kehilangan pekerjaan dan meningkatnya kecemasan dapat menurunkan kehamilan.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan