Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Friday, February 26, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Moderna Berencana Uji Suntik Penguat Vaksin COVID-19

Moderna. Sumber foto: getty images

Topcareer.id – Perusahaan pembuat vaksin COVID-19, Moderna, berencana untuk menguji suntikan penguat vaksin COVID-19 setahun setelah imunisasi dua dosis awal, karena jangka waktu perlindungan dari vaksin baru masih belum jelas.

Perusahaan bioteknologi itu berencana untuk memulai uji coba pada bulan Juli, menurut presentasi perusahaan di Konferensi Kesehatan JPMorgan pada Senin (11/1/2021). Staf di situs uji klinis sudah mulai menghubungi peserta dalam studi sebelumnya.

“Dari apa yang telah kami lihat sejauh ini, saya pikir harapan kami adalah vaksinasi harus bertahan setidaknya satu tahun,” kata Kepala Petugas Medis Moderna, Dr. Tal Zaks, mengatakan kepada investor dan analis di konferensi tersebut, mengutip CNBC.

Baca juga: India Bersiap Untuk Vaksinasi COVID-19 Terbesar Di Dunia Akhir Pekan Ini

“Sejauh kamu membutuhkan suntikan penguat, kami akan membuat rekomendasi berbasis data, dan itu akan mengharuskan kami mendapatkan datanya.”

Peserta pertama dalam uji klinis manusia Moderna menerima suntikan pada pertengahan Maret; yang kedua diberikan empat minggu kemudian.

Sejak uji coba sebelumnya menguji beberapa dosis vaksin, mereka yang dosisnya lebih rendah daripada yang akhirnya diizinkan – 100 mikrogram – akan mendapatkan penguatnya lebih awal, sementara mereka yang menggunakan 100 mikrogram atau lebih tinggi akan mendapatkan penguatnya pada saat year mark, menurut e-mail ke peserta.

Booster yang direncanakan sekarang adalah versi yang sama dari vaksin yang ada di pasaran, tetapi CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan mungkin perlu di tahun-tahun mendatang untuk menyesuaikan vaksin demi mencakup varian baru.

“Saya pikir ini akan menjadi pasar seperti flu,” katanya kepada CNBC. Moderna juga baru-baru ini memulai program vaksin flu musiman.

Studi pendorong untuk vaksin COVID-19 Moderna akan mengevaluasi keamanan dan seberapa banyak respon imun yang dihasilkan oleh suntikan tambahan satu tahun kemudian, kata Bancel pada konferensi tersebut.**(Feb)

Leave a Reply