Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Wednesday, March 3, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Obat Gabungan Ini Diklaim bisa Atasi COVID-19 dan tekan Risiko Kematian Hingga 70%

Foto Ilustrasi Kekebalan Tubuh terhadap virus corona. (foto: iStock)

Topcareer.id – GlaxoSmithKline Plc dan mitranya Vir Biotechnology Inc. telah bekerja sama dengan Eli Lilly and Co. dari Amerika Serikat untuk menguji kombinasi obat antibodi COVID-19 buatan mereka.

Glaxo dan Vir menempatkan salah satu dari dua antibodi yang mereka uji dalam uji coba dengan bamlanivimab dari Lilly untuk melihat bagaimana kombinasi tersebut bekerja pada pasien berisiko rendah dengan gejala ringan hingga sedang.

Antibodi penetral Lilly diberikan persetujuan penggunaan darurat di AS pada bulan November 2020 sebagai pengobatan untuk pasien dengan risiko tinggi dan berkembang dari kasus ringan ke parah atau rawat inap.

Glaxo dan Vir pada bulan Agustus 2020 memulai uji coba pada manusia untuk antibodi mereka, yang masih dalam pengujian tahap menengah dan akhir dan belum disetujui untuk digunakan. Antibodi kedua sedang dalam pengujian tahap awal.

“Varian dapat muncul yang membutuhkan pilihan terapi baru, itulah sebabnya Lilly mempelajari bamlanivimab bersama dengan antibodi penetral lainnya,” kata Daniel Skovronsky, kepala petugas ilmiah Lilly. “Kami ingin mengembangkan terapi untuk mengobati jenis penyakit COVID-19 saat ini dan masa depan.” Tambahnya.

Baca juga: Tips Pola Makan Sehat Selama Masa Karantina COVID-19

Lilly melaporkan hasil positif pada Selasa (27/1) dari kombinasi lain dengan obat antibodinya. Campuran bamlanivimab dengan antibodi etesevimab mengurangi kemungkinan rawat inap dan kematian hingga 70% pada pasien berisiko tinggi.

Lebih dari 100.000 dosis dari campuran tersebut saat ini tersedia, dan Lilly sedang bekerja untuk memproduksi satu juta dosis lagi hingga pertengahan tahun 2021. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sedang meninjau campuran obat itu.

Obat antibodi bekerja dengan meniru protein yang dibuat tubuh secara alami untuk mengusir virus, ini adalah beberapa dari sedikit terapi yang berhasil dikembangkan untuk COVID-19.

Diproduksi oleh perusahaan seperti Regeneron Pharmaceuticals Inc. dan Lilly, obat ini digunakan pada pasien yang baru didiagnosis yang berisiko tinggi terkena penyakit parah, dan baru-baru ini telah terbukti menjanjikan sebagai pencegahan.

Namun terapi ini cukup sulit dibuat dan mahal serta rumit untuk dijalankan. Ada saja hambatannya yang menghalangi penggunaannya sepetti munculnya varian baru virus corona. Saat ini perusahaan tengah memajukan langkah pendekatan baru.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply