Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, April 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Johnson and Johnson Ajukan Izin Penggunaan Darurat Vaksin di Afrika Selatan

Vaksin Covid-19. Sumber foto: cnbctv18.com

Topcareer.id – Tim penyelidik Afrika Selatan tengah menginvestigasi uji coba vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J&J) dan menyampaikan bahwa pihak regulator pemerintah Afsel sedang memproses aplikasi J&J agar vaksinnya diberikan otorisasi penggunaan darurat.

Salah seorang pejabat Glenda Gray, mengatakan diskusi sedang berlangsung dengan otoritas regulator untuk meluncurkan vaksin dosis tunggal J&J kepada petugas kesehatan, setelah pemerintah Afsel menghentikan distribusi vaksin AstraZeneca karena masalah efikasi yang kurang.

Pada bulan Desember, perusahaan farmasi A.S. adalah yang pertama mengajukan permohonan ke Otoritas Pengaturan Produk Kesehatan Afrika Selatan (SAHPRA) untuk pendaftaran vaksinnya.

Afrika Selatan telah memberikan persetujuan jalur cepat untuk vaksin Covid-19 AstraZeneca dan sedang meninjau aplikasi dari Pfizer serta Johnson & Johnson.

“J&J juga mengajukan pengajuan bergulir ke SAHPRA untuk mempercepat proses regulasi di Afrika Selatan, jadi vaksin AD26 ini saat kita berbicara sedang diproses untuk penggunaan darurat,” kata Gray, Selasa (9/2).

AD26 adalah nama klinis dari vaksin J&J.

Baca Juga: 5 Tipe Karyawan yang Susah Naik Jabatan

Dia mengatakan telah ada kemajuan dalam diskusi dengan pihak berwenang, cukup untuk mempertimbangkan evaluasi vaksin pada petugas kesehatan yang terpapar, yang merupakan sektor pertama dari 60 juta populasi yang dialokasikan untuk inokulasi.

Afrika Selatan beralih ke vaksin J&J setelah data menunjukkan suntikan AstraZeneca menawarkan perlindungan minimal terhadap penyakit ringan hingga sedang dari varian virus lokal yang dominan.

Shabir Madhi, penyelidik utama uji coba vaksin yang diproduksi oleh AstraZeneca di Afrika Selatan, mengatakan uji coba pada manusia untuk vaksin generasi kedua dalam mengatasi varian baru dari virus corona sedang berlangsung.

Dia tidak merinci perusahaan yang melakukan uji coba tersebut. Vaksin harus tersedia pada kuartal ketiga, kata Madhi.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan