Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, September 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Mengejutkan, Robot Penjelajah Planet Mars Gunakan Prosesor Tahun 1998

Topcareer.id – Robot penjelajah Planet Mars Perseverance Rover terbaru dari NASA merupakan mesin paling canggih yang pernah mendarat di Mars.

Tetapi, tahukah kamu bahwa robot penjelajah tersebut ternyata otaknya menggunakan PowerPC 750 single core, prosesor 233MHz buatan tahun 1998. Ini adalah jenis prosesor yang sama yang telah digunakan NASA dalam robot Curiosity rover sebelumnya.

Komputer jadul seperti itu mungkin dipandang sia-sia bagi beberapa orang. Lagi pula, apa sulitnya bagi NASA untuk membeli suku cadang komputer mutakhir terbaru.

Namun NASA memiliki jawabannya sendiri, komputer dengan chip yang terlalu canggih untuk dipasangkan pada Perseverance Rover sebenarnya bisa merusak kondisi operasi planet Mars yang unik.

Baca Juga: Ingin Segera Jelajahi Mars, NASA Sibuk Siapkan Ini

Atmosfer Mars menawarkan perlindungan yang jauh lebih sedikit dari radiasi berbahaya dan partikel bermuatan daripada atmosfer Bumi.

Semburan radiasi yang buruk dapat sangat merusak perangkat elektronik dari prosesor modern yang jauh lebih sensitif daripada perangkat buatan jadul. Selain itu, semakin modern dan kompleks chipnya, maka akan semakin banyak kesalahan yang bisa terjadi.

Pada jarak 222 juta kilometer, NASA tidak bisa begitu saja langsung menukar prosesor jika ada kesalahan.

Baca Juga: NASA: Ada 300 Juta Planet Berpotensi Layak Huni Seperti Bumi

Untuk membuat sistem lebih tahan lama, chip PowerPC 750 di Perseverance dimodifikasi sedikit berbeda dari yang terdapat pada komputer iMac lama.

Secara teknis ini adalah chip RAD750, varian khusus yang tahan terhadap radiasi dan harganya mencapai US $ 200.000.
Chip ini juga populer untuk pesawat ruang angkasa selain Perseverance dan Curiousity, chip ini juga mendukung antara lain: Teleskop Luar Angkasa Fermi, Lunar Reconnaissance Orbiter, pesawat ruang angkasa pemburu komet Deep Impact, dan teleskop Kepler.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan