Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Bahaya Hydroplaning, dan Cara Menghindarinya

Hydroplan. Sumber foto: driving-test.org

Topcareer.id – Pada musim hujan, salah satu penyebab kecelakaan mobil adalah hydroplaning atau aquaplaning. Ini bisa terjadi jika jalan yang kamu lalui tidak memiliki drainase yang baik sehingga genangan air dapat terbentuk.

Hal ini dapat menjadi sangat berbahaya, terutama jika ban mobil kamu belum siap untuk kondisi tersebut.

Apa itu Hydroplaning?
Hydroplaning adalah skimming atau meluncur di atas lapisan air, di antara ban mobil kamu dengan jalanan yang tergenang air. Ini berakibat hilangnya kemampuan manuver kemudi serta keefektifan pengereman.

Singkatnya, Hydroplanning terjadi ketika kamu berkendara di atas permukaan jalanan yang basah dan ban mobil kamu kehilangan kemampuan untuk menapak sehingga mengakibatkan hilangnya kontak dengan jalan.

Kemungkinan terjadinya hydroplaning meningkat saat berkendara di atas 70 kmh di jalan dengan genangan air yang cukup dalam.

Kehilangan kendali atas kendaraan kamu, bahkan untuk sesaat bisa sangat menakutkan, tetapi ada beberapa langkah yang dapat bisa kamu ambil untuk mencoba dan menghindari hydroplaning.

Pastikan kedalaman tapak yang memadai pada ban kendaraan
Ban bekas memiliki kedalaman tapak yang lebih rendah, yang berarti tidak memiliki saluran dalam yang diperlukan untuk memindahkan air secara efektif.

Kurangi kecepatan
Waktu paling berbahaya untuk mengemudi adalah setelah hujan mulai turun. Saat itu sebaiknya kamu memperlambat laju kendaraan. Air hujan akan bercampur dengan minyak dan karet di jalan sehingga menciptakan permukaan yang licin. Semakin cepat kamu berkendara dalam kondisi basah, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan ban untuk mengalirkan air.

Baca juga: Alami Gangguan Kecemasan? Buah Ini Solusinya

Jangan gunakan cruise control
Jika mobil kamu dilengkapi dengan teknologi cruise control, jangan gunakan mode berkendara ini dalam cuaca buruk, karena kamu memerlukan kendali instan atas kecepatan mobil kamu, jika mobil terkejut dengan perubahan arah akibat genangan air.

Injak jejak bekas mobil lain
Mengikuti jejak mobil yang persis di depan kamu memungkinkan kamu untuk berkendara di jalur yang jumlah airnya telah dibelah oleh kendaraan di depan kamu, yang berarti akan lebih sedikit air untuk dilalui ban mobil kamu. Namun pastikan untuk menjaga jarak aman.

Hindari genangan air
Yang terbaik saat berkendara di bawah cuaca hujan adalah sebisa mungkin hindari genangan air sama sekali jika bisa. Ingatlah bahwa semakin dalam genangan air, semakin besar kemungkinan mobil kamu untuk melakukan hydroplaning.

Apa yang Harus dilakukan jika kendaraan mengalami hydroplaning
Pemulihan yang aman dalam kondisi ini diperlukan kemahiran mengemudi. Jika kamu panik dan mengerem dengan keras atau mencoba mempercepat laju kendaraan, akan berisiko selip atau tergelincir semakin parah.

Jika kamu merasa mobil berubah arah dengan sendirinya, lepaskan gasnya tetapi jangan menginjak rem. Kemudian dengan hati-hati, arahkan mobil ke arah selipnya. Ini akan membantu kamu mendapatkan kembali kendali dengan menyetel kembali ban mobil dengan arah yang kamu lalui.

Tetap tenang dan tunggu ban kamu mencengkeram permukaan aspal, dan tetap waspada terhadap kemungkinan bahaya hydroplaning lainnya di depan.

Untungnya, kebanyakan situasi hydroplaning hanya berlangsung beberapa detik. Meskipun penting untuk mengetahui teknik yang baik untuk mengatasinya.

Pertahanan terbaik selain kemahiran berkendara terhadap hydroplaning adalah memastikan kamu memiliki ban yang bagus dan merawatnya dengan benar. Periksa kedalaman tapak ban dan tekanan udaranya secara teratur dan lakukan rotasi setiap 5.000-10.000 km atau setiap penggantian oli.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan