Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 31, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Australia Kekurangan Stok Daging Sapi, Australian Beef Steak Terancam Langka

Daging sapi. Sumber foto: asia.nikkei.com

Topcareer.id – Daging sapi Australia mungkin bisa hilang dari menu global australian beef steak jika produsen sapi di Australia tidak dapat mempercepat laju pembangunan kembali peternakan sapi secara nasional.

Dengan jumlah kawanan sapi yang mendekati angka terendah sejak awal 1990-an, produsen daging sapi Autralia menghadapi kemungkinan kehilangan posisi eksportir No 2 mereka di belakang Brazil.

Australia terancam tidak memiliki stok daging sapi yang tersedia untuk melayani pasar global karena permintaan meningkat pasca COVID-19, dan ini bisa menjadi pukulan telak bagi pecinta steak australian beef di seluruh dunia

Risiko itu meningkat karena beberapa peternak terus mengirim sapi betina ke rumah jagal alih-alih memeliharanya untuk mengembangbiakkannya.

Data resmi terbaru menunjukkan rasio sapi betina yang diproses sebagai proporsi dari total pemotongan sebesar 48,2 persen, tidak cukup untuk memenuhi syarat untuk rekonstruksi teknis.

Baca juga: Alami Gangguan Kecemasan? Buah Ini Solusinya

Meskipun masih ada waktu untuk menurunkan rasio itu, hal itu perlu dilakukan sedari sekarang karena penyetokan ulang adalah proses yang berlangsung selama bertahun-tahun mulai dari anak sapi hingga penyembelihan.

Industri daging sapi Australia telah mengalami masa-masa penuh gejolak setelah bertahun-tahun mengalami kekeringan sehingga para peternak sapi harus memusnahkan ternaknya.

Akibatnya, kelebihan pasokan daging sapi Australia di pasar menyebabkan harga sempat anjlok pada tahun 2019. Peternak juga menghadapi masa depan yang kurang pasti dengan meningkatnya permintaan protein alternatif karena masalah lingkungan dan kesehatan mendorong konsumen untuk mengonsumsi produk seperti burger atau nugget daging tiruan.

Setelah hujan mengisi kembali padang rumput tahun lalu dan dengan musim pembangunan kembali kawanan ternak sapi yang berlangsung, para peternak menahan, menekan persediaan dan membuat harga daging sapi australia melonjak.

Dengan dolar Australia yang mencapai hampir US$ 0,80, produk sapi Aussie menjadi tidak terjangkau oleh banyak importir. Harga bahkan telah melampaui AS, yang secara tradisional menyandang gelar daging sapi termahal di dunia.

Harga yang tinggi juga mendapat tanggapan dari Indonesia, di mana pemogokan oleh penjual daging lokal atas harga daging sapi Australia mendorong pemerintah untuk memperingatkan bahwa mereka akan mencari pemasok lain, menurut laporan media Australia. Indonesia merupakan pasar ekspor sapi terbesar di Australia.

Untuk sapi Australia yang tidak seperti sapi di AS dan kebanyakan memakan rumput daripada biji-bijian, perubahan iklim dapat menambah tekanan untuk membangun kembali ternak dengan cepat.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan