Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Minggu, November 28, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Pandemi Membuat 75 Juta Orang India Jatuh dalam Kemiskinan

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Berdasar analisis dari Pew Research Center pada Kamis (18/3/2021), sekitar 75 juta lebih orang di India jatuh ke dalam kemiskinan tahun lalu karena resesi ekonomi yang dipicu pandemi, dibandingkan dengan apa yang akan terjadi tanpa wabah.

Analisis menunjukkan, angka tersebut untuk India menyumbang hampir 60% dari peningkatan kemiskinan global pada tahun 2020. Ini mendefinisikan orang miskin sebagai orang yang hidup dengan USD2 atau kurang setiap hari.

India telah mengalami salah satu wabah Covid-19 terbesar secara global. Hingga Jumat, negara itu telah melaporkan total 11,51 juta infeksi, dan lebih dari 159.300 kematian, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.

Dana Moneter Internasional (International Monetery Fund/IMF) memperkirakan ekonomi India menyusut 8% pada tahun fiskal yang berakhir bulan ini, sebelum tumbuh sebesar 11,5% pada tahun fiskal berikutnya mulai April.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Merajalela, Perancis Pilih Lockdown

“Peningkatan kemiskinan di India mencakar mundur beberapa tahun kemajuan di depan ini,” tulis Rakesh Kochhar, peneliti senior di Pew Research Center, dalam sebuah laporan, mengutip CNBC, Jumat (19/3/2021).

Dari 2011 hingga 2019, jumlah orang miskin di India diperkirakan turun dari 340 juta menjadi 78 juta, katanya dalam laporan itu. Jumlah itu akan turun lebih jauh menjadi 59 juta tahun lalu tanpa pandemi, tetapi sebaliknya diproyeksikan meningkat menjadi 134 juta, analisis menunjukkan.

Pertumbuhan kelas menengah di negara itu juga terpukul. Mereka yang berada di tingkat pendapatan menengah, yang didefinisikan memiliki USD10,01 hingga USD20 per hari, di India tumbuh dari 29 juta menjadi 87 juta antara tahun 2011 dan 2019. “Diperkirakan akan turun menjadi 66 juta pada tahun 2020 karena resesi Covid,” kata Kochhar.**(Feb)

Tinggalkan Balasan