Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, September 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Waspada, Ditemukan Kasus Langka Komplikasi COVID-19 Pada Anak

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Lorena, seorang wanita single parents yang tinggal di kota Puerto Montt, Chili selatan, mengatakan bahwa putranya meninggal sekitar seminggu setelah pertama kali mengeluh merasa lelah dan sakit di kakinya pada akhir Januari.

Dalam beberapa hari ia mengalami bercak-bercak pucat di kulitnya, demam tinggi, muntah-muntah, dan air seni berwarna gelap.

Dokter di rumah sakit setempat yang dibanjiri dengan kasus virus corona, berulang kali mengujinya namun hasilnya selalu negatif COVID-19 dan bingung apa yang salah dengan anak wanita tersebut.

Pada saat penyakitnya berhasil diidentifikasi sebagai Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak-anak, semuanya sudah terlambat. Lorena tidak dapat berada di samping tempat tidur putranya karena protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Apakah Anak-anak Akan Lebih Aman dengan Adanya Vaksin Covid-19?

Sindrom Peradangan Multisistem pada Anak-anak (MIS-C), adalah sindrom langka yang mengancam jiwa yang terkait dengan COVID-19. Biasanya muncul antara dua dan enam minggu setelah infeksi, bahkan dalam kasus COVID-19 tanpa gejala.

Gejalanya sama dengan syok toksik dan penyakit Kawasaki, termasuk demam, ruam, kelenjar bengkak, konjungtivitis dan dalam kasus yang parah bisa radang jantung serta dapat menyebabkan kegagalan banyak organ. Namun ini tidak selalu berakibat fatal jika berhasil dideteksi dan ditangani sejak dini.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) A.S. mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah varian COVID-19 meningkatkan jumlah atau tingkat keparahan kasus ini.

Kepala kesehatan masyarakat Chili Paula Daza mengatakan dalam briefing media pada hari Senin (15/3) bahwa “Angka kasus anak dengan kondisi ini cukup rendah, namun tenaga kesehatan harus waspada,” ujarnya.

Lorena berharap kematian putra satu-satunya Emilio tidak sia-sia. Ia meminta kepada semua orang agar selalu waspada terhadap kesehatan anak agar hal yang sama tidak terjadi pada orang tua lain.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan