Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, April 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Mengintip Jalur Karier untuk Terapis Okupasi

Topcareer.id – Terapis okupasi sebagai tenaga medis memang umum berada di rumah sakit. Namun, spesialisasi terapis oupasi ini akan berbeda-beda. Pemilihan jalur karier itu bergantung pada jenis pasien yang ingin ditangani.

Misalnya, mereka yang ingin bekerja dengan pasien anak dapat memulai sebagai asisten terapis okupaso di rumah sakit anak atau kantor dokter anak untuk mempelajari seluk-beluknya dan kemudian beralih ke pekerjaan di sekolah atau fasilitas tertentu untuk bekerja dengan anak-anak.

Mengutip Ladders, spesialisasi terapis okupasi dapat didasarkan pada usia pasien, tetapi juga dapat didasarkan pada jenis terapi yang dibutuhkan seseorang.

“Beberapa terapis mungkin memilih untuk berspesialisasi dalam menangani orang-orang yang hidup dengan autisme, sementara yang lain memilih untuk berspesialisasi dalam menangani pasien yang kehilangan anggota tubuh selama dinas militer,” tulis Ladders.

Banyak terapis okupasi akan memulai karier mereka sebagai asisten atau asisten terapi okupasi, membantu terapis bersertifikat dengan pasien mereka saat di sekolah untuk mencapai gelar pendidikan yang lebih tinggi dan menjadi OT bersertifikat.

Baca juga: Cara Jadi Audiolog dan Keterampilan yang Dibutuhkan

Asisten tidak menilai pasien atau mengembangkan rencana perawatan, tetapi melakukan demonstrasi langsung dan membantu aktivitas pembelajaran pasien.

Meskipun beberapa memang mempertahankan 40 jam kerja mingguan pada umumnya, jadwal terapis okupasi sering kali serupa dengan petugas layanan kesehatan lainnya karena mereka dapat bekerja semalam dan pada akhir pekan, serta bekerja paruh waktu atau sesuai kebutuhan untuk beberapa fasilitas.

“Tergantung di mana mereka bekerja dan jenis pasien yang mereka tangani, beberapa akan bekerja shift lebih lama – 12 hingga 48 jam – terutama di rumah sakit atau fasilitas perawatan jangka panjang.”

Beberapa terapis okupasi membuka praktik pribadi mereka sendiri di mana mereka bekerja dengan pasien yang datang ke kantor mereka atau memberikan perawatan di rumah untuk pasien dalam spesialisasi mereka.**(Feb)

Tinggalkan Balasan