Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, April 23, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Starlink milik Elon Musk Berikan Koneksi Internet Berkecepatan hingga 215 Mbps

Dok. Forbes

Topcareer.id – Layanan internet Starlink milik Elon Musk telah mengalami peningkatan yang tinggi dalam kecepatan broadband di daerah pedesaan di Inggris.

Penguji awal mengklaim Starlink telah mencapai kecepatan unduh hingga 215 megabit per detik (Mbps), dan memungkinkan aktivitas umum seperti streaming dari beberapa perangkat secara bersamaan dengan lancar.

Perusahaan SpaceX milik Musk telah meluncurkan lebih dari 1.000 satelit ke orbit Bumi sebagai bagian dari program Starlink, yang bertujuan untuk menyalurkan internet berkecepatan tinggi.

Ini baru permulaan dari proyek, Musk dilaporkan ingin memiliki puluhan ribu satelit di luar angkasa hingga pada akhirnya memungkinkan koneksi internet cepat tanpa batas untuk semua pengguna.

Pengujian Starlink baru-baru ini dibuka untuk penduduk Inggris yang sangat membutuhkan koneksi yang lebih baik di beberapa bagian negara itu.

Baca juga: 53% Pengguna Internet Akan Tinggalkan Situs dengan Waktu Muat lebih dari 3 Detik

Namun, itu tidak murah. Harganya £ 439 atau sekitar Rp 8,7 juta untuk perangkat kerasnya dan biaya bulanan sebesar £ 89 atau sekitar Rp 1,7 juta.

Bagi mereka yang menderita dengan koneksi internet lambat mengatakan itu adalah harga yang pantas dibayar.

Musk mengatakan pada hari Selasa (23/2) bahwa dia mengharapkan kecepatan Starlink menjadi dua kali lipat menjadi sekitar 300Mbps dan jangkauan untuk “sebagian besar Bumi” pada akhir tahun 2021, diikuti oleh seluruh penjuru Bumi pada tahun 2022.

Namun, tidak semua area mau menggunakan layanan internet Starlink dari Elon Musk.

Normandy, sebuah desa kecil di bagian utara Prancis menolak rencana Elon Musk untuk menyiarkan internet berkecepatan tinggi kepada penduduknya melalui konstelasi satelit Starlink SpaceX karena kekhawatiran akan perkembangan teknologi

Amazon juga mengklaim Starlink ‘berbahaya’ dengan alasan bahwa satelit orbit rendah akan mengganggu satelit lain.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan