Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Desember 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Pentingnya Memulai Presentasi dengan sebuah Cerita

Topcareer.id – Ada banyak cara untuk memulai pidato. Salah satu yang paling sering digunakan adalah menggunakan frase dari orang terkenal untuk menunjukkan keseriusan dan dampak pada presentasi. Opsi ini ideal untuk kontes sekolah, tetapi jarang berhasil dalam presentasi bisnis.

Cara lain yang sangat membantu adalah dengan menceritakan lelucon, bercanda atau membuat komentar lucu. Ini adalah cara untuk membangun hubungan dengan audiens.

Ini adalah pendekatan sangat berisiko, karena lelucon yang diceritakan belum tentu bisa diterima dengan baik oleh audiens.

Opsi yang tampaknya aman di sebagian besar presentasi hanyalah memperkenalkan topik dan mulai berbicara. Memang risikonya rendah, tetapi dampaknya pun kecil.

Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan panggung sambil membangun hubungan nyata, yaitu dengan menceritakan sebuah kisah.

Ya… Sesederhana itu. Dan ini layak dilakukan karena beberapa alasan:

Cerita membangkitkan emosi
Manusia adalah mesin emosional daripada rasional. Hampir 90% keputusan dibuat dari pusat emosional otak. Cerita memiliki elemen yang menghubungkan struktur saraf yang mengatur perasaan. Sebuah cerita memiliki karakter, tantangan, kejutan, dan solusi. Cerita tidak hanya menginformasikan, tetapi juga menginspirasi dan menggerakkan audiens untuk bertindak. Tidak ada gunanya meyakinkan dengan argumen jika audiens tidak melakukan sesuatu tentang hal itu.

Baca juga: Tips Pertahankan Karier di Tengah Pandemi

Cerita mudah diidentifikasi oleh pendengar
Ketika audiens mendengarkan sebuah cerita yang bagus, mereka dapat mengatakan “inilah yang perlu saya dengar,” karena otak manusia mengisi bagian-bagian yang diperlukan untuk menjadikan cerita itu “milik mereka,” seolah-olah itu dibuat khusus untuk mereka. Presentasi yang bagus membuat kamu bisa berbicara kepada audiens secara langsung, menggerakkan mereka dan mengubah mereka.

Cerita melepaskan hormon relasional
Ketika berbagi cerita, otak melepaskan dopamin dan oksitosin yang memudahkan kedua belah pihak untuk terhubung satu sama lain, kemudian mulai berpikir serupa dan akhirnya merasa nyaman satu sama lain. Hal ini sangat berguna untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam presentasi bisnis

Cerita menarik perhatian
Cerita menarik perhatian audiens. Saat memulai pidato dengan sebuah cerita dan menyimpan akhir ceritanya, penonton akan berusaha secara tidak sadar untuk menunggu cerita lengkapnya. Cerita juga menciptakan ketegangan mereka sendiri, karena pada setiap langkah mereka menghadirkan tuntutan emosional baru. Cerita bisa memuaskan otak “rasional” dan otak “emosional.” Karena cerita adalah bentuk komunikasi sosial yang paling alami.

Cerita membuka pintu argumen
Cerita adalah langkah pasti menuju persuasi, karena mereka memfasilitasi hubungan emosional sebelum mengunduh fakta, angka, dan argumen.

Cerita mempersiapkan ruang untuk diskusi di mana setiap orang berada dalam tim yang sama. Cerita bisa membawa audiens ke pola pikir yang sama, mereka menghancurkan penghalang jarak atau ketidakpercayaan, serta pertahanan dan resistensi diturunkan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan