Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Monday, April 12, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

6 Cara Bantu Hentikan Berita Hoaks Agar Tidak Menjadi Viral

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Saat ini beredar ribuan misinformasi atau informasi yang salah seputar virus corona yang membanjiri internet.

Pemerintah di setiap negara telah melakukan tindakan masing-masing sebagai upaya menekan penyebaran berita hoaks tentang COVID-19. Bahkan ada negara yang meminta pihak dari facebook dan twitter untuk membantu memblokir misinformasi tentang virus corona dan vaksinasi.

Kamu bisa melakukan hal berikut ini untuk mendukung menghentikan penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks secara online.

1. Berhenti dan berpikir
Manusiawi ketika kamu ingin membantu keluarga dan kerabat untuk membuat mereka selalu update dengan informasi terkini. Jadi, saat kamu menerima informasi baru baik melalui email, WhatsApp, Facebook, atau Twitter, kamu bisa segera meneruskannya kepada mereka. Tetapi para ahli mengatakan hal pertama yang dapat bisa kamu lakukan untuk menghentikan kesalahan informasi adalah berhenti sejenak dan berpikir serta jangan terburu-buru membagikan informasi yang kamu dapat. Periksa lebih lanjut sebelum kamu sebarkan.

Baca Juga: Minum Air Kelapa Dicampur Jeruk Nipis Sembuhkan COVID-19? Itu Hoax

2. Periksa sumber
Sebelum kamu meneruskan atau mem-forward informasi yang kamu dapat, tanyakan beberapa pertanyaan dasar pada dirimu tentang dari mana informasi itu berasal. Sangat riskan jika sumbernya adalah “teman dari teman” atau bahkan “tetangga dari kolega paman kamu”. Sumber informasi yang paling dapat diandalkan tetaplah badan kesehatan masyarakat yang resmi di setiap negara. Seperti NHS di Inggris, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), BNPB di Indonesia, atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS. Para ahli dari lembaga tersebut memang tidak sempurna. Tetapi mereka jauh lebih dapat diandalkan daripada kerabat jauh orang asing di WhatsApp.

3. Perhatikan dan pertimbangkan
Informasi sangat bisa untuk ditiru maupun diubah. Tangkapan layar juga dapat diubah agar tampak seperti informasi yang berasal dari badan publik terpercaya. Periksa akun dan situs web yang dikenal dan terverifikasi. Jika kamu tidak dapat dengan mudah menemukan informasinya, itu mungkin tipuan. Dan jika postingan, video, atau link terlihat mencurigakan, bisa jadi itu tipuan. Huruf kapital dan font yang tidak cocok adalah sesuatu yang digunakan pemeriksa fakta sebagai indikator bahwa postingan mungkin menyesatkan.

4. Jika tidak yakin, jangan bagikan
Jangan meneruskan informasi yang kamu sendiri ragu hanya untuk berjaga-jaga karena hal itu mungkin benar. Bisa jadi kamu mungkin melakukan lebih banyak keburukan daripada kebaikan. Dan berhati-hatilah pada foto atau teks yang kamu bagikan itu nantinya bisa saja dilucuti dari konteksnya.

Baca Juga: Facebook akan Beri Notifikasi Pengguna yang `Like` Posting Hoax Corona

5. Periksa setiap fakta
Mungkin kamu menerima pesan forward atau yang diteruskan di WhatsApp. Hati-hati, ini bisa saja telah dikirim oleh lusinan orang di seluruh dunia dan mungkin ada isi yang sudah diubah sehingga informasi berisi campuran dari saran yang akurat dan tidak akurat.

6. Waspadai postingan emosional
Hal-hal yang membuat kamu bisa merasa takut, marah, cemas, sedih, atau gembira biasanya cenderung menjadi viral. “Rasa takut adalah salah satu pendorong terbesar yang memungkinkan misinformasi berkembang,” kata Claire Wardle dari First Draft, sebuah organisasi yang membantu jurnalis mengatasi misinformasi online. Ajakan bertindak yang terkesan sangat mendesak atau memaksa dirancang untuk meningkatkan kecemasan, jadi berhati-hatilah.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Leave a Reply