Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, April 22, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Jerman Batasi Penggunaan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Menyusul Masalah Kesehatan

Topcareer.id – Jerman akan mulai batasi penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca hanya untuk orang-orang berusia 60 tahun ke atas serta kelompok-kelompok prioritas tinggi menyusul laporan lebih lanjut tentang kelainan darah otak yang langka, pada Rabu (31/3/2021).

“Kami harus bisa mempercayai vaksin,” kata Kanselir Angela Merkel kepada wartawan pada konferensi pers, Selasa (30/3). “Dan transparansi adalah cara terbaik untuk menghadapi situasi seperti itu,” tambahnya, mengutip ChannelNewsAsia.

Bertindak atas saran dari komite vaksin Jerman, yang dikenal sebagai STIKO, kementerian kesehatan federal dan negara bagian Jerman sepakat bahwa orang di bawah 60 tahun hanya boleh menerima vaksin AstraZeneca jika mereka termasuk dalam kelompok prioritas tinggi, yang mencakup pasien berisiko tinggi dan pekerja medis serta sudah berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 akan Manjur Jika Disuntikan Pada Tubuh Yang Sehat

Batasan baru pada penggunaan vaksin AstraZeneca adalah kemunduran lain dalam kampanye vaksinasi Jerman yang sudah lamban.

Sebelumnya, STIKO merekomendasikan suntikan hanya digunakan untuk orang yang berusia 60 tahun ke atas berdasarkan data yang tersedia tentang terjadinya efek samping tromboemboli yang jarang tetapi sangat parah.

Dalam sebuah pernyataan yang menanggapi rekomendasi STIKO, AstraZeneca mengatakan keselamatan pasien adalah prioritas tertinggi dan mencatat bahwa badan medis Eropa dan Inggris belum dapat menemukan hubungan sebab akibat antara suntikan dan pembekuan darah.

Keputusan Jerman mengikuti laporan lebih lanjut oleh regulator vaksin negara itu Institut Paul Ehrlich (PEI), tentang kasus pembekuan darah yang dikenal sebagai trombosis vena sinus serebral (CSVT).

Baca Juga: WHO Peringatkan Soal Vaksin Covid-19 Palsu, Potensi Bahaya Serius

PEI menyatakan telah mendaftarkan 31 kasus CSVT, yang mengakibatkan sembilan kematian, dari sekitar 2,7 juta orang yang telah menerima vaksin AstraZeneca. Dengan pengecualian dua kasus, semua laporan melibatkan perempuan berusia antara 20 dan 63 tahun.

Banyak negara Eropa sempat berhenti menggunakan vaksin AstraZeneca awal bulan ini saat menyelidiki kasus pembekuan darah yang jarang terjadi.

Baik European Medicines Agency (EMA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bulan ini manfaat vaksin AstraZeneca melebihi risikonya. Jutaan dosis vaksin AstraZeneca telah diberikan dengan aman di seluruh dunia.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan