Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Indonesia dan 22 Negara Lain Sepakati Perjanjian Atasi Pandemi di Masa Depan

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas melalui telekonferensi dari Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas penanganan pandemi Covid-1, Senin (18/5/2020), Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Topcareer.id – Para pemimpin 23 negara dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa (30/3) mendukung gagasan untuk membuat perjanjian internasional yang akan membantu dunia menangani keadaan darurat kesehatan di masa depan.

Gagasan perjanjian semacam itu akan memastikan akses universal dan adil terhadap vaksin, obat-obatan dan diagnostik untuk pandemi. Hal ini disampaikan oleh ketua pemimpin Uni Eropa Charles Michel pada pertemuan puncak G20 November lalu.

Pada hari Selasa (30/3) gagasan ini mendapat dukungan resmi dari para pemimpin dari negara seperti Indonesia, Fiji, Portugal, Rumania, Inggris, Rwanda, Kenya, Prancis, Jerman, Yunani, Korea, Chili, Kosta Rika, Albania, Afrika Selatan, Trinidad dan Tobago, Belanda, Tunisia, Senegal, Spanyol, Norwegia, Serbia, Ukraina dan WHO.

Baca Juga: Tangkap Kelelawar, Pemburu Virus Berharap Mampu Kendalikan Pandemi Serupa Covid-19

Para pemimpin negara tersebut sepakat bahwa akan ada pandemi lain lagi dan keadaan darurat kesehatan besar lainnya. Tidak ada satu pun lembaga pemerintah atau multilateral yang dapat menangani ancaman ini sendirian.

“Kami percaya bahwa negara-negara harus bekerja sama menuju perjanjian internasional baru untuk kesiapsiagaan dan tanggapan pandemi,” kata mereka.

Tujuan utama dari perjanjian semacam itu adalah untuk memperkuat ketahanan dunia terhadap pandemi di masa depan melalui sistem kewaspadaan yang lebih baik, berbagi data, penelitian dan produksi serta distribusi vaksin, obat-obatan, diagnostik, dan alat pelindung diri.

Perjanjian tersebut juga akan menyatakan bahwa kesehatan manusia, hewan, dan planet semuanya terhubung dan harus mengarah pada tanggung jawab bersama, transparansi, dan kerja sama secara global.

“Kami yakin bahwa itu adalah tanggung jawab kami, sebagai pemimpin negara dan lembaga internasional, untuk memastikan bahwa dunia belajar dari pandemi COVID-19,” tulis para pemimpin itu.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan