Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Desember 2, 2021
redaksi@topcareer.id
Tren

Generasi Ini Paling Berjuang Hadapi WFH Selama Pandemi, Bukan Gen X

Topcareer.id – Awalnya dianggap sebagai solusi sementara, banyak perusahaan menganggap beberapa bentuk teleworking sebagai opsi permanen untuk bergerak maju. Sebuah studi baru-baru ini oleh PwC menemukan 83% pemberi kerja percaya kerja jarak jauh menguntungkan perusahaan mereka.

Itu sangat sukses sehingga kurang dari satu dari lima eksekutif perusahaan ingin kembali bekerja di kantor secara penuh waktu.

Bahkan orang-orang kaya di industri teknologi beralih dari ruang keluarga berbiaya tinggi ke ruang tamu berbiaya rendah karena kemampuan untuk melakukan pekerjaan mereka sepenuhnya secara online.

Mirip dengan persepsi pemberi kerja, karyawan juga percaya bekerja dari jarak jauh telah berhasil. Sebuah studi oleh Nintex menemukan 70% karyawan jarak jauh berpikir bahwa mereka lebih produktif bekerja dari rumah daripada yang mereka harapkan.

Mengutip Ladders, meskipun data menunjukkan bekerja dari rumah telah sukses secara luas, ada segmen karyawan yang tampak sangat berjuang dengan teleworking sebagai lingkungan kerja utama mereka.

Sementara banyak yang percaya bahwa generasi yang lebih tua akan berjuang lebih keras dengan teknologi dan lingkungan kerja jarak jauh, yang terjadi adalah kebalikannya.

Baca juga: 3 Tips Manfaatkan Cahaya Saat Kerja Agar Tidak Sakit Kepala

Mayoritas pekerja Generasi Z, berusia 24 tahun ke bawah, merasa kesulitan untuk tetap produktif saat bekerja dari jarak jauh.

“Pekerja Gen-Z, yang baru memulai kariernya, belum memiliki kesempatan untuk membangun koneksi dan jaringan dengan orang lain di industri mereka, menciptakan hambatan bagi mereka untuk tetap produktif.”

Generasi yang lebih tua, seperti Generasi-X, Milenial, dan Boomers, telah bekerja cukup lama dan telah menciptakan jaringan profesional yang dapat mereka manfaatkan untuk menjaga lingkungan kerja yang produktif.

Karyawan Gen-Z melaporkan merasa terputus dari atasan mereka dan merasa bahwa mereka akan mendapat manfaat dari pelatihan langsung untuk meningkatkan keahlian mereka.

Selain merasa terputus, Forbes melaporkan bahwa 48% pekerja Gen-Z mengatakan mereka bosan dengan pekerjaan mereka saat melakukan pekerjaan dari rumah.

Berkoneksi atau tetap berhubungan terus menjadi salah satu aspek paling berharga dari lingkungan kantor. Dari karyawan yang disurvei oleh PwC, 87% percaya bahwa kebutuhan utama lingkungan kantor adalah pentingnya berkolaborasi dan membangun hubungan dengan anggota tim.

Sementara pekerjaan jarak jauh akan terus ada dalam waktu dekat, pemberi kerja perlu memahami pentingnya pelatihan langsung dan manfaat koneksi pribadi.

Tinggalkan Balasan