Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Mei 13, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Kurangi Gula! Studi Baru Tunjukkan Penderita Diabetes Lebih Cepat Kehilangan Massa Otot

Topcareer.id – Selama ini kadar glukosa yang lebih tinggi telah dianggap penting untuk pertumbuhan sel. Tetapi percobaan sel otot rangka telah menemukan perilaku anomali dan ini dapat menjelaskan banyak hal.

Sebelumnya, penelitian oleh Rumah Sakit Ottawa di Kanada telah membuktikan bahwa orang yang menjaga otot rangka tetap kencang cenderung hidup lebih lama dan lebih sehat.

Sekarang para peneliti dari Tokyo Metropolitan University telah menunjukkan bahwa sel satelit otot rangka yang merupakan kunci dalam perbaikan otot, berkembanglebih baik di lingkungan dengan glukosa rendah.

Baca Juga: Sarapan Sebelum Jam 8.30 Pagi Bisa Menurunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Apa itu sel otot satelit:
Sel satelit adalah jenis sel induk yang ketika membelah akan menghasilkan sel satelit baru atau mioblas dan tumbuh menjadi sel otot. Mereka juga bisa masuk ke keadaan dormansi jika tubuh menganggapnya tidak perlu karena gaya hidup yang tidak banyak bergerak.

Sel satelit otot rangka berada di antara dua lapisan selubung, sarcolemma dan lamina basal yang menyelimuti sel myofiber di serat otot individu.

Penemuan baru-baru ini oleh para ilmuwan di tim peneliti Tokyo Metropolitan University bertentangan dengan kebijaksanaan konvensional yang mengatakan sel mamalia akan bekerja lebih baik ketika ada lebih banyak gula untuk bahan bakar aktivitas mereka.

Bagaimana perbaikan otot bekerja pada tingkat sel:

  • Dengan penggunaan sehari-hari, otot akan terus memperbaiki dirinya sendiri untuk menjaganya tetap dalam kondisi prima.
  • Ketika sel myofiber rusak, sel satelit menjadi overdrive, berkembang biak dan akhirnya bergabung dengan sel myofiber.
  • Ini tidak hanya membantu memperbaiki kerusakan tetapi juga menjaga massa otot.

Ilmu kedokteran masih mencoba untuk memahami bagaimana kehilangan otot terjadi karena penyakit, ketidakaktifan, atau usia, dan mekanisme spesifik apa yang terlibat.

Baca Juga: Hai Penderita Diabetes, Ini 4 Sayuran untuk Turunkan Gula Darah Secara Alami

Sebuah tim ilmuwan dari Tokyo Metropolitan University yang dipimpin oleh Asisten Profesor Yasuro Furuichi, Associate Professor Yasuko Manabe dan Profesor Nobuharu L Fujii telah mempelajari bagaimana sel-sel satelit otot rangka berkembang biak di luar tubuh.

Melihat sel-sel yang berkembang biak dalam cawan petri dalam media pertumbuhan, mereka memperhatikan bahwa kadar glukosa yang lebih tinggi berdampak buruk pada kecepatan pertumbuhannya.

Ini berlawanan dengan intuisi glukosa yang selama ini dianggap penting untuk pertumbuhan sel. Tim menegaskan bahwa media glukosa yang lebih rendah menghasilkan jumlah sel yang lebih banyak, dengan semua penanda biokimia diharapkan untuk tingkat proliferasi sel yang lebih besar.

Namun mereka juga menegaskan bahwa ini tidak berlaku untuk semua sel. Jadi, apakah jumlah glukosa dalam percobaan awal mereka “sudah tepat?”

Tim kemudian menambahkan oksidase glukosa, suatu enzim pencerna glukosa untuk menurunkan kadar glukosa, dan menumbuhkan sel satelit di media yang kekurangan glukosa ini.

Hasilnya, sel-sel tersebut tampak berjalan dengan baik dan berkembang biak secara normal. Kesimpulannya adalah bahwa sel-sel induk ini tampaknya memperoleh energi dari sumber yang sama sekali berbeda.

Tim mencatat bahwa kadar gula yang digunakan dalam percobaan sebelumnya cocok dengan yang ditemukan pada penderita diabetes. Ini mungkin menjelaskan mengapa hilangnya massa otot terlihat pada pasien diabetes.**(RW)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan