Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Sering Kedutan atau Kram di Perut? Ini Penyebab Dan Penjelasannya

Gangguan pada perut. Dok/Virinchi HospitalsGangguan pada perut. Dok/Virinchi Hospitals

Topcareer.id – Kejang perut adalah kontraksi otot perut (abs), perut, atau usus. Bergantung pada bagian mana dari tubuh kamu yang kejang dan seberapa parahnya. Mungkin, selain kejang kamu pernah merasakan otot perut berkedut atau kram.

Dalam kebanyakan kasus, kejang perut atau kedutan pada bagian perut itu sendiri tidak berbahaya, tetapi bisa jadi merupakan gejala dari kondisi yang mendasarinya.

Nah, baca terus artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab potensial kejang atau kedutan pada perut dan kapan harus menghubungi dokter.

Berikut beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan perut kedutan yang kamu alami

Ketegangan otot
Membiarkan otot perut terus bekerja secara berlebihan dapat menyebabkan kejang atau kram. Paling mungkin terjadi pada orang yang melakukan olahraga berat dengan repetisi yang cukup banyak, terutama sit-up.

Dehidrasi
Kehilangan elektrolit akibat dehidrasi yang disebabkan oleh keringat, muntah, dan diare dapat menyebabkan kejang otot di seluruh tubuh termasuk perut. Ini terjadi karena otot membutuhkan elektrolit seperti kalsium, kalium, dan magnesium agar bekerja dengan baik.

Jika mereka kekurangan elektrolit ini, otot kamu akan mulai bekerja secara tidak normal dan kejang atau dalam kasus ringan hanya sebatas kedutan.

Baca juga: Menu Sehat Berbuka Puasa yang Tak Bikin Perut Buncit

Gas
Penumpukan gas di perut dapat menyebabkan otot usus kejang atau kram saat tubuh mencoba melepaskan gas.

Sindrom iritasi usus besar
Irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah kondisi kronis yang memengaruhi usus besar. Itu tidak menyebabkan perubahan jaringan usus seperti penyakit radang usus, tetapi gejalanya serupa, termasuk sakit perut atau kram, perasaan kembung, sembelit, dan diare

Gastritis dan gastroenteritis
Gastritis dan gastroenteritis sama-sama merupakan peradangan lambung, tetapi pada gastroenteritis, usus juga mengalami peradangan. Infeksi, seperti dari Helicobacter pylori, virus Norwalk, dan rotavirus, biasanya menyebabkan kondisi ini hingga perut terasa kram.

Kolitis infeksi
Kolitis dapat menyebabkan kram perut karena iritasi dan radang usus besar. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan kolitis antara lain Clostridium, Salmonella, dan E. coli. Parasit seperti Giardia juga dapat menyebabkan kolitis.

Sembelit
Usus kamu mungkin kram saat mengalami sembelit karena membengkak sebagai respons terhadap peningkatan tekanan di dalamnya.

Gastroparesis
Gastroparesis pada dasarnya adalah ileus, istilah medis untuk menunjukkan penurunan pergerakan pada saluran pencernaan yang dapat menyebabkan obstruksi usus yang melibatkan lambung. Ini paling sering terjadi pada penderita diabetes dan dapat menyebabkan perut kedutan hingga kram terutama setelah makan.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan