Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Profesional

Simak 10 Kebiasaan Orang Logis dan Efektif (Bagian 2)

Foto Ilustrasi

Topcareer.id – Menjadi orang yang logis bukan hanya soal menghafal dan menerapkan rumus, atau belajar bagaimana membedakan antara silogisme yang valid dan yang tidak valid.

Sebaliknya, ini melibatkan pengembangan kebiasaan intelektual dan keterampilan yang, meskipun mungkin tampak sederhana dan jelas, dicapai setelah bertahun-tahun perjuangan dan pendidikan.

Dalam bukunya Being Logical: A Guide to Good Thinking, profesor filsafat terkemuka D.Q. McInerny menjabarkan 10 kebiasaan berikut yang harus dipupuk agar jadi orang yang logis dan efektif:

6. Mereka mencocokkan kata-kata dengan ide

Kita hanya bisa mengkomunikasikan ide kita kepada orang lain jika kita menggunakan kata-kata yang secara akurat menyampaikan ide tersebut. Tetapi menemukan kata-kata yang tepat bisa jadi sulit. Ketika kesulitan muncul, kita harus kembali ke sumbernya:

“Seringkali kita tidak dapat menemukan kata yang tepat untuk sebuah ide karena kita tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang ide itu sendiri. Biasanya, saat kita mengklarifikasi ide dengan membandingkannya dengan sumbernya di dunia objektif, kata yang tepat akan datang kepada kita.”

7. Mereka berkomunikasi secara efektif

Logika pada akhirnya adalah tentang menentukan apakah pernyataan itu benar atau salah. Jika orang lain ingin secara akurat menentukan kebenaran suatu pernyataan, itu perlu dikomunikasikan kepada mereka dengan cara yang jelas. McInerny menawarkan pedoman berikut untuk komunikasi yang jelas:

Jangan berasumsi bahwa audiens memahami maksudmu jika kamu tidak membuatnya eksplisit.
Bicaralah dengan kalimat lengkap.
Hindari negatif ganda.
Siapkan bahasamu untuk audiensmu.

8. Mereka menghindari bahasa yang tidak jelas dan ambigu

Bahasa yang kabur dan ambigu cenderung berkeliaran di sekitar ide. Orang yang logis menggunakan bahasa yang tepat sehingga pendengarnya tahu persis apa yang dia bicarakan dan dapat mengevaluasi kebenaran klaimnya secara memadai.

Baca juga: Kapten Suarniati, Nahkoda Wanita Yang Lawan Diskriminasi Untuk Pimpin Kapal

Jika dia mengacu pada istilah yang lebih kompleks seperti, dia memastikan untuk menetapkan pemahaman khususnya tentang istilah tersebut.

9. Mereka menghindari bahasa yang mengelak

“Masalah dengan bahasa yang mengelak, bahasa yang tidak menyatakan secara langsung apa yang ada dalam pikiran pembicara atau penulis, ada dua. Pertama, dan jelas, itu bisa menipu penonton. Kedua, dan lebih halus, itu dapat memiliki efek merusak pada orang-orang yang menggunakannya, mendistorsi kesadaran mereka tentang realitas.”

10. Mereka berusaha untuk sampai pada kebenaran sesuatu

Tujuan logika, menurut McInerny, adalah untuk sampai pada kebenaran segala sesuatu. Ia menjelaskan bahwa ada dua bentuk dasar kebenaran, yakni kebenaran “ontologis” atau apa yang benar-benar ada dan yang memiliki wujud nyata, dan kebenaran “logis” atau kebenaran pernyataan.**(Feb)

Tinggalkan Balasan