Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Juni 16, 2021
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Mengenal Entitlement Mentality atau Mentalitas Hak? (Bagian 1)

Topcareer.id – Entitlement mentality atau mentalitas hak adalah sifat manusia yang merasa paling berhak. Misalnya orang yang mencoba memotong antrianmu.

Seseorang dengan mentalitas hak memaksa duduk di hadapanmu di kafe yang sibuk tanpa reservasi dan tanpa permisi.

Sederhananya, orang yang memiliki perasaan berhak tersebut akan menganggap aturan yang ada tidak berlaku untuk mereka.

Apa Itu Sense of Entitlement?

Entitlement mentality didefinisikan sebagai perasaan layak dan menganggap orang lain harus berhutang budi kepadanya atau memberikannya perlakuan spesial.

Hak adalah ciri kepribadian narsistik. Tidak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana mentalitas ini berkembang. Mungkin karena faktor sosial seperti:

  • Lingkungan tempat lahir dan berkembang
  • Perlakuan orang tua
  • Cara orang lain membantu memecahkan masalah
  • Cara figur otoritas memperlakukan seseorang

Lingkungan tempat kamu tumbuh besar bisa mempengaruhi caramu melihat dunia dan apa yang kamu harapkan dari orang lain.

Bahkan hal ini dapat memengaruhi hubungan pribadi kamu dan professional di kantor.

Baca juga: 10 Jenis Ahli Kesehatan Mental (Bagian 1)

Bagaimana entitlement mentality atau mentalitas hak mempengaruhi hubungan dan kesehatan mental?

Bagian pertama dari artikel.

Orang dengan mentalitas hak sering melihat dirinya lebih tinggi dari orang lain. Tidak mengherankan jika cara berpikirnya mempengaruhi hubungan antarpribadi.

Mentalitas hak dapat mengakibatkan:

  • Konflik dalam hubungan
  • Ketidakbahagiaan
  • Kekecewaan
  • Depresi

Karier bisa menderita. Orang dengan entitlement mentality boleh melakukan wawancara dengan baik dan mendapatkan peran kepemimpinan karena kepercayaan diri mereka.

Namun, mereka seringkali kekurangan semangat tim dan menghindari pemecahan masalah di tempat kerja.

Sebagian besar keputusan yang mereka ambil adalah untuk kepentingan diri sendiri. Ini dapat dengan cepat terlihat oleh rekan kerja mereka.

Siklus entitlement mentality
Kekecewaan bisa mengikuti orang dengan sikap ini, ketika tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, itu dapat memperkuat perilaku mentalitas haknya.

Entitlement mentality biasanya berputar dalam 3 siklus yang buruk, yakni:

  • Jika merasa berhak atas sesuaty, mereka akan rentan terhadap ancaman ekspektasi yang tidak terpenuhi.
  • Ketika harapan mereka tidak terpenuhi, hal itu dapat menyebabkan ketidakpuasan dan emosi lain seperti kemarahan dan perasaan ditipu.
  • Saat tertekan,mereka mencoba memperbaiki situasi dan menghibur diri. Ini menghasilkan keyakinan bahwa mereka pantas mendapatkan semua yang mereka mau.**(RW)

Bersambung ke artikel bagian kedua…..

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan