Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juni 12, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Italia Longgarkan Pembatasan COVID-19 dan Kurangi Jam Malam

Warga Italia. (dok. Guardian)

Topcareer.id – Pemerintah Italia pada hari Senin (17/5) menyetujui keputusan memperpendek jam malam akibat pandemi virus corona dan melonggarkan pembatasan.

Namun keputusan pelonggaran aturan dan memperpendek jam malam sementara ini hanya berlaku untuk wilayah Italia dengan tingkat infeksi rendah.

Perdana Menteri Mario Draghi setuju jam malam akan mulai pada tengah malam yang sebelumnya mulai pada jam 10 malam.

Aturan akan berlaku 7 Juni 2021 dan Italia akan menghapusnya mulai 21 Juni 2021 di daerah dengan tingkat infeksi rendah.

Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah Italia untuk secara bertahap melonggarkan pembatasan di seluruh negeri.

Italia yang memiliki angka kematian COVID-19 tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris, telah mengalami penurunan kasus dan kematian harian dalam beberapa pekan terakhir setelah lebih banyak orang menerima vaksin.

“Angka-angka dalam beberapa bulan terakhir telah memberi pilihan sulit, tetapi hari ini kami lebih lega,” kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza.

Pada hari Senin (17/5) sekitar 8,8 juta orang Italia, atau 14,8% dari populasi, telah menerima vaksinasi penuh, sementara sekitar 30% telah menerima setidaknya satu suntikan.

Baca juga: Di Italia, Mencuri Sedikit Makanan Bukan Tindak Kriminal

Negeri spaghetti tersebut telah mencatat lebih dari 124.000 kematian akibat COVID-19. Namun jumlah korban harian terus menurun dalam beberapa pekan terakhir.

Laporan terbaru menyebutkan kurang dari 100 kematian terjadi pada hari Minggu (16/5) untuk pertama kalinya sejak Oktober 2020.

Pada akhir April, pemerintah mengaktifkan kembali sistem kode warna empat tingkat, dari putih menjadi merah.

Sekitar 19 dari 20 wilayah Italia saat ini berwarna kuning, dan di Valle d’Aosta berwarna oranye, tingkat risiko tertinggi ketiga.

Saat ini tidak ada wilayah merah berisiko tinggi. Di wilayah berisiko rendah tidak ada jam malam yang berlaku, hanya masker wajah dan jarak sosial yang tetap wajib.

Lift gunung akan mendapat izin untuk buka kembali mulai hari Sabtu (22/5). Ini merupakan upaya untuk meningkatkan pariwisata musim panas.

Italia telah membatalkan karantina wajib bagi pengunjung dari Uni Eropa, Inggris, dan Israel yang melaporkan tes negatif COVID-19.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan