Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Juni 14, 2021
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Satgas Minta Warga yang Mudik Lebaran Karantina Mandiri 5×24 Jam

Juru Bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito minta warga karantina mandiriDok/Covid19.go.id

Topcareer.id – Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat yang merasa melakukan mudik ke kampung halaman pada Lebaran tahun ini untuk melakukan karantina mandiri setelah pulang ke domisili tempat tinggalnya selama 5×24 jam.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, karantina ini merupakan hal yang penting dan harus dilakukan sehingga dapat mencegah terjadinya penularan Covid-19 kepada orang-orang terdekat.

“Terutama bagi kantor-kantor yang pegawainya melakukan perjalanan antar batas daerah selama lebaran dan libur Idul Fitri. Agar mewajibkan pegawainya melakukan karantina mandiri sebelum kembali ke kantor,” kata Wiku dalam keterangan persnya, Selasa (18/5/2021).

Agar karantina mandiri ini berjalan efektif, maka Satgas Covid-19 di daerah setempat diminta mengoptimalisasi peran pos komando (posko) Covid-19 di tempat tinggal yang bersangkutan.

“Posko akan bertugas mendata, melaporkan dan memastikan seluruh pelaku perjalanan melakukan karantina mandiri. Fasilitas kesehatan terdekat juga harus dikoordinasikan agar jika ada kasus positif COVID-19 dapat dilakukan penanganan,” kata Wiku dalam siaran persnya, Selasa (18/5/2021).

Jika melihat perkembangan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia perlahan berangsur membaik. Perkembangan baik ini dapat dilihat dari jumlah kasus aktif yang terus menurun setiap harinya hingga mencapai dibawah 90 ribu kasus atau per 17 Mei 2021 di angka. 89.129 kasus dengan persentase 5,1%.

Dibandingkan kasus aktif dunia di angka 10,9%. Sementara pasien sembuh terus bertambah setiap harinya hingga mencapai 1.606.611 orang atau persentasenya 92,1% dibandingkan dunia di angka 87,1%. Untuk kematian, sebanyak 48.305 kasus atau 2,76% dibandingkan dunia 2,1%.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Laju Vaksinasi Covid-19 Digenjot Lagi

Pada perkembangan mingguan berdasarkan data per 16 Mei 2021, pada kasus positif terjadi penurunan kasus 28,4%. Terdapat 5 provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi mingguan yakni Jawa Tengah naik 148 (2.591 vs 2.739), Kepulauan Riau naik 57 (932 vs 989), Sumatera Utara naik 38 (536 vs 574), Sulawesi Utara naik 18 (24 vs 42) dan Sulawesi Utara naik 5 (7 vs 12).

Angka kematian, minggu ini juga mengalami penurunan sebesar 11,1%. Ada 5 provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi yakni Sulawesi Utara naik 24 (3 vs 27), Kalimantan Tengah naik 19 (3 vs 22), Jawa Tengah naik 19 (237 vs 256), Kepulauan Riau naik 13 (14 vs 27) dan Lampung naik 12 (20 vs 32).

“Kasus positif dan kematian didominasi provinsi di luar pulau Jawa, kecuali 1 provinsi yakni Jawa Provinsi-provinsi ini mengalami kenaikan bahkan sebelum efek libur Idul Fitri dan mudik,” jelasnya.

Sementara pada angka kesembuhan mingguan, menurun 12,5%. Namun terdapat 5 provinsi dengan kenaikan kesembuhan tertinggi yaitu Riau naik 1.068 (2.765 vs 3.833), Sulawesi Utara naik 632 (323 vs 955), Jawa Tengah naik 355 (3.888 vs 4.243), Kalimantan Barat naik 308 (553 vs 861) dan Lampung naik 401 (34 vs 435).

Tinggalkan Balasan