Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Mei 20, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Kerennya Taman Langit ‘Gelap’ Pertama di Australia

Dok/UpsiderDok/Upsider

Topcareer.id – Menatap bintang di langit malam dengan takjub, telah menjadi bagian dari pengalaman manusia sejak dulu.

Australia memiliki tempat yang sangat baik untuk menikmati langit malam penuh bintang, yakni di pegunungan Warrumbungle, 400 km barat laut Sydney.

Di antara puncak Warrumbungles, satu-satunya cahaya hanya berasal dari bulan dan galaksi Bima Sakti yang agung, yang menyebar melintasi langit belahan bumi selatan yang gelap.

Semua itu, plus miliaran bintang berkelap-kelip bisa kamu nikmati di Taman Langit Gelap tersebut.

Dengan tidak adanya polusi cahaya buatan yang mengganggu, lingkungan pemandangan Warrumbungles yang murni ini menarik perhatian para pengamat bintang profesional dan amatir.

Sehingga kota terdekat Coonabarabran memasarkan dirinya sebagai “Ibu kota astronomi Australia.”

Asosiasi Langit Gelap Internasional yang berbasis di AS, juga telah menetapkan Taman Nasional Warrumbungle sebagai satu-satunya “Taman Langit Gelap” di Australia.

Baca juga: Sinyal Radio Misterius Dikirimkan ke Bumi. Diduga dari Bintang Galaksi Bima Sakti

Selama lebih dari 40 tahun, taman ini telah menjadi tuan rumah teleskop optik terbesar di Australia.

Teleskop Anglo-Australia memiliki diameter 3,9 meter di Siding Spring Observatory, yang dioperasikan oleh para astronom dari Australian National University dan lembaga ilmiah lainnya.

Di pinggiran taman nasional, observatorium swasta bermunculan untuk memenuhi apa yang sekarang menjadi ceruk pariwisata global untuk wisata bintang.

Pandemi COVID-19 mungkin telah mendinginkan sisi internasional dari sektor perjalanan, tetapi pengunjung domestik memanfaatkannya.

Perintis perjalanan langit gelap Australia Marnie Ogg mengatakan bahwa bahkan dengan pembatasan COVID-19, observatorium di seluruh dunia kini sedang booming.

“Penjualan teleskop telah mencapai puncaknya,” katanya kepada Nikkei Asia.

“Langit malam adalah sesuatu yang tidak bisa diambil dari manusia. Bahkan jika kamu tidak bisa bepergian, kamu masih bisa pergi keluar di malam hari dan menikmati pemandangan langit,” tuturnya.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan