Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, Januari 18, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19

Sesak Napas akibat COVID-19? Lakukan Latihan Pernapasan Ini

Ilustrasi

Topcareer.id – Salah satu gejala COVID-19 adalah sesak napas. Seseorang mungkin merasa seolah-olah mereka tidak dapat menarik napas atau bernapas dalam.

Virus corona SARS-CoV-2 menyebabkan penyakit COVID-19. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan dengan jenis gejala lainnya.

Kasus COVID-19 bervariasi dalam tingkat keparahan. Beberapa orang sembuh di rumah, sementara yang lain mengalami komplikasi dan memerlukan perawatan intensif seperti terapi oksigen dan ventilasi mekanis.

Saat ini kondisi sedang berada dalam level darurat karena persediaan tabung oksigen medis telah habis.

Pemerintah tengah berupaya mengatasi kelangkaan stok oksigen untuk membantu pemulihan para pasien COVID-19 yang memerlukannya.

Di tengah situasi darurat seperti sekarang, jika kamu, keluarga atau kerabat mengalami sesak napas akibat COVID-19, coba redakan dengan latihan pernapasan.

The American Lung Association mengatakan bahwa melakukan latihan pernapasan dapat membantu membuat paru-paru bekerja lebih efisien.

Ini dapat membantu seseorang dengan kasus COVID-19 ringan yang menyebabkan sesak napas.

Berikut adalah beberapa cara untuk dicoba:

Pernapasan bibir yang mengerucut
Ini melibatkan pernapasan dengan sengaja dan perlahan.

Tarik napas melalui hidung dan hembuskan perlahan melalui bibir yang mengerucut.

Usahakan agar setiap embusan napas berlangsung setidaknya dua kali lebih lama dari setiap tarikan napas.

Baca juga: Bernapas dengan Benar Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup. Ini Manfaat dan Caranya

Pernapasan perut
Ini secara aktif melibatkan perut dan diafragma saat bernafas, dan ini dapat membantu memperkuat diafragma.

Tarik napas melalui hidung. Coba letakkan tangan di perut untuk merasakan bagaimana itu memanjang. Buang napas perlahan melalui mulut, sehingga ekspirasi berlangsung dua hingga tiga kali lebih lama dari inhalasi atau tarikan napas.

Berbaring tengkurap
Berbaring dalam posisi tengkurap dengan kepala menoleh ke satu sisi saat beristirahat dapat membantu meredakan sesak napas.

Posisi ini dapat mengurangi berat organ lain di paru-paru dan tekanan dari gravitasi dan membantu paru-paru mengembang.

Posisi tengkurap dapat sangat membantu orang yang memiliki sindrom gangguan pernapasan akut yang dapat dianggap sebagai komplikasi COVID-19.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan