Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Selasa, September 21, 2021
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

7 Kalimat yang Membuatmu Langsung Disukai Saat Video Meeting (Bagian 2)

Ilustrasi. (dok. Built in)

Topcareer.id – Beberapa orang mungkin sengaja atau tidak akan mengatakan sesuatu yang pasti menganggumu selama panggilan video atau video meeting. Dalam menjalin komunikasi, apalagi di zaman serba online ini, kamu mungkin perlu latihan beberapa kalimat yang baik digunakan saat video meeting.

Berikut beberapa kalimat atau frasa yang dikatakan orang dalam panggilan video yang akan membuatmu langsung menyukainya.

5. “Saya tahu saya seharusnya tidak mengeluh ….”

“Aku benci mengeluh, tapi kuharap kita duduk di kafe sekarang daripada melakukan panggilan video lagi.”

“Saya tahu saya seharusnya tidak mengeluh, dan jangan salah paham, saya mencintai anak-anak saya, tapi….”

Pandemi itu aneh bagi sebagian besar orang dan benar-benar mengerikan bagi orang lain. Terkadang melepaskan rasa frustrasi ini dapat membangun ikatan secepat membicarakan semua hal baik yang kita alami dalam hidup kita.

6. “Akhir-akhir ini, saya muak dengan video. Tapi ini menyenangkan.”

Ini mungkin terdengar sedikit cheesy, tetapi berhasil; kesan terakhir yang kuat memainkan peran utama dalam kesan keseluruhan seseorang tentang dirimu. Jadi, jika kamu senang berbicara dengan mereka, beri tahu mereka.

Baca juga: 3 Aturan Kerja Yang Mungkin Hilang Ketika Kembali Ke Kantor Usai Pandemi

“Saya harus jujur, saya tidak menantikan panggilan video lain, tapi ini hebat.”

“Saya tidak ingat kapan terakhir kali saya tertawa terbahak-bahak di video call. Terima kasih untuk itu.”

Salah satu aturan dasar psikologi sosial adalah kita menyukai orang yang menyukai kita. Jadi, apakah kamu penggemar frasa ini atau tidak, biarkan frasa ini menjadi pengingat untuk mengakhiri percakapan dengan nada positif.

7. “Apakah kamu keberatan jika kami mematikan videonya?”

“Jika kamu lebih suka bangun dan bergerak ketika kamu berbicara, beri tahu saya.”

“Karena presentasi sudah selesai, apakah semua orang baik-baik saja dengan mematikan kamera agar kita bisa bersantai?”

Jadi, jika video tidak sepenuhnya diperlukan, tanyakan kepada orang yang kamu ajak bicara apa yang lebih mereka sukai. Kamu mungkin menemukan bahwa dengan memberi mereka jalan keluar, mereka lebih terbuka dan membiarkanmu masuk.**(Feb)

Tinggalkan Balasan