Find Us on Facebook

Instagram Gallery

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Juni 30, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

8 Manfaat Tidur Memeluk Guling, Bagus buat Jomblo! (Bagian 1)

Tidur dengan guling. Dok/Pillow Advisor

Topcareer.id – Mungkin hampir setiap orang tidak bisa tidur nyenyak jika tidak dibarengi dengan memeluk guling.

Terlepas dari status sudah memiliki pasangan atau masih single, tidur tanpa memeluk guling bisa diibaratkan seperti sayur tanpa garam.

Banyak orang merasakan manfaat Guling, karena nyaman untuk dipeluk dan menghangatkan tubuh, terutama bagi kamu yang masih jomblo, apalagi yang bisa kamu peluk saat tidur kalau bukan guling.

Bahkan seperti ada yang hilang jika tidak ada Guling di tempat tidur.

Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab orang susah tidur, karena tidak adanya guling.

Akhir-akhir ini banyak penelitian yang memberikan penjelasan terkait dengan tubuh dan psikologi.

Simak 8 manfaat kesehatan dari tidur dengan memeluk guling berikut ini:

Bagian pertama dari artikel

1) Guling bisa memberi tubuh support
Guling adalah alat ortopedi. Pada dasarnya, itu berarti guling bisa digunakan untuk mencegah keseleo dan nyeri tubuh saat kamu sedang tidur.

2) Guling lebih aman daripada bantal
Lebih baik memberikan guling kepada bayi dan balita daripada memberi mereka bantal.

Guling biasanya lebih kaku dan dengan demikian meminimalisir risiko yang bisa meredam pernapasan anak saat tidur.

Baca juga: Manfaat Kesehatan Mental dari Film Horor

3) Guling memiliki efek psikologis yang menenangkan
Penelitian telah menunjukkan bahwa meringkuk pada sesuatu dapat membantu orang yang tidur untuk rileks.

Buat para jomblo atau yang masih pacaran, memeluk guling saat hendak tidur sambil membayangkan pasangan kamu bisa membuat perasaan menjadi lebih tenang.

4) Guling membantu postur yang baik
Memeluk guling untuk tidur sambil beristirahat miring bisa meluruskan punggung saat tidur.

Ini bisa mendorong postur yang baik seperti menjaga punggung kamu tetap lurus dan tegak saat kamu tertidur.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan