Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Juli 2, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Keren… Pria Ini Bangun Taman Hiburan untuk Putrinya yang Cacat

Topcareer.id – Seorang ayah yang merasa patah hati telah meninggalkan bisnis developernya untuk membangun taman hiburan bernilai jutaan dolar untuk putrinya yang cacat karena anak-anak lain menolak untuk bermain dengannya.

Gordon Hartman membuat keputusan yang mengubah hidup setelah melihat putrinya Morgan, yang saat itu berusia 12 tahun mencoba berteman dengan beberapa anak lain saat berlibur.

Ia menyaksikan sendiri bagaimana anak-anak lain pergi menghindar dan menjauhi putrinya hanya karena cacat.

Gordon segera mengubah bisnis developer perumahannya dan mulai menciptakan “world’s first ultra-accessible theme park.”

Sebuah taman bermain khusus untuk putrinya yang cacat namun juga terbuka bagi siapapun penyandang disabilitas lainnya untuk bermain di dalamnya.

Gordon mengatakan kepada BBC: “Kami menginginkan taman hiburan di mana semua orang dapat melakukan segalanya, di mana orang-orang dengan atau tanpa kebutuhan khusus dapat bermain.”

Setelah berkonsultasi dengan orang tua, dokter, terapis, dan ahli lainnya, ia membangun taman bermain senilai $34,7 juta atau sekitar Rp 495,5 miliar yang ia beri nama sesuai nama putrinya di lahan bekas tambang seluas 25 hektar di San Antonio, Texas, AS.

Morgan’s Wonderland, telah dibuka Sejak tahun 2010 silam.

Taman bermain ini menawarkan beragam permainan seperti Ferris wheel atau kincir ria yang dapat diakses penyandang disabilitas.

Ada juga taman bermain petualangan, dan carousel atau komidi putar yang dirancang khusus dengan ruang untuk kursi roda.

Baca juga: Pekerjaan Unik yang Mengisi Taman Hiburan Disney

Gordon mengatakan Morgan yang meskipun usianya berusia 27 tahun tetapi memiliki usia mental anak sekitar usia 7 tahun.

Sejak dibuka, taman ini telah menerima lebih dari satu juta pengunjung dari 67 negara berbeda di seluruh dunia.

Meskipun demikian, Gordon mengatakan setiap tahun taman bermain ini membutuhkan sumbangan dan penggalangan dana untuk perawatan.

Taman bermain tersebut hingga kini masih terus berkembang. Gordon mengungkapkan bahwa tiga perempat pengunjung taman bermainnya tidak cacat.

Dia mengatakan taman itu memiliki efek yang selama ini dia harapkan untuk meruntuhkan penghalang antara anak-anak dengan dan tanpa kebutuhan khusus.

“Ini membantu orang menyadari bahwa meskipun kita berbeda dalam beberapa hal, sebenarnya kita semua sama.” Tutur Gordon.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan