Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Oktober 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Kerja Dari RumahTips KarierTren

Masih Ngerasa Kesulitan Saat WFH atau Kerja Remote? Coba Tanamkan Mindset Ini

remote-worker.jpg

Topcareer.id – Ketika kasus pandemi naik lagi, memasuki gelombang ketiga di Indonesia, maka kerja dari rumah menjadi kebijakan penting yang perlu diterapkan kembali. Selama pandemi ini, sebagian orang telah mengembangkan kemampuan mereka untuk produktif saat WFH, tapi sebagian masih berjuang.

Padahal, mungkin pengaturan terhadap teknologi dan ruang kerja yang bebas gangguan sudah tersusun dengan baik. Tapi, mengapa masih ada yang merasa kesulitan saat harus kerja jarak jau?

Mengutip laman Inc, berdasar sebuah studi menarik dari University of Cambridge yang baru-baru ini diterbitkan di Human-Computer Interaction, ada faktor tersembunyi lain yang penting untuk kesuksesan kerja jarak jauh: pola pikir atau mindset yang benar.

Dibanding menemukan bahwa kerja jarak jauh selalu baik atau selalu buruk, tim menemukan bahwa pola pikir sangat penting dalam hal kesuksesan kerja jarak jauh. Mereka yang memiliki pola pikir yang benar, akan berkembang dalam pengaturan jarak jauh, sementara mereka yang tak memiliki pola pikir itu, sulit berkembang.

Apa pola pikir ajaib yang membuat pekerja jarak jauh sukses? Tidak ada yang lebih menarik daripada sekadar percaya bahwa bekerja dengan baik dari jarak jauh bukanlah hanya preferensi atau sifat kepribadian yang tetap, tetapi, keterampilan yang sebenarnya bisa kamu kembangkan.

Banyak penelitian yang telah dibahas telah menunjukkan bahwa anak-anak umumnya berprestasi lebih baik di sekolah jika mereka memiliki “pola pikir berkembang” daripada yang “tetap”.

Baca juga: 4 Tanda Kantormu Mendukung Kerja Jarak Jauh Untuk Jangka Panjang

Ini berarti bahwa anak-anak yang berpikir bahwa mereka dapat meningkatkan kinerja mereka dengan kerja keras, akan terbentuk lebih tangguh dan lebih sukses daripada anak-anak yang berpikir bahwa kinerja sebagian besar bermuara pada bakat bawaan.

Ketika tim Cambridge mensurvei 113 pekerja Swiss, mereka menemukan ide dasar yang sama berlaku untuk pekerjaan jarak jauh — mereka yang memiliki “pola pikir berkembang” tentang bekerja dari jarak jauh lebih baik dalam hal itu.

“Keyakinan mendasar tentang sifat kerja jarak jauh, seperti yang ditangkap dalam pola pikir pekerja tentang apakah kerja jarak jauh adalah kemampuan yang dapat dipelajari atau dimiliki orang atau tidak, terkait dengan emosi dan pada akhirnya berpengaruh juga pada produktivitas yang dirasakan selama kerja jarak jauh,” studi tersebut menyimpulkan.

Singkatnya, agar bisa berkembang saat harus bekerja dari rumah atau dari jarak jauh, biasanya akan lebih membantu jika memiliki mindset bahwa pekerjaan jarak jauh merupakan keterampilan untuk disempurnakan daripada sebagai bakat atau preferensi yang kamu miliki atau tidak.

Itu kabar baik baik untuk bos yang ingin membantu tim mereka berkembang dari jarak jauh dan pekerja khawatir bahwa mereka tidak cocok untuk pekerjaan jarak jauh.

Pergeseran pola pikir itu tidak akan menghilangkan setiap perjuangan, tetapi itu akan membantu kamu dan tim lebih mudah mengatasi kesulitan yang muncul.

Tinggalkan Balasan