Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Kamis, Oktober 6, 2022
redaksi@topcareer.id
Covid-19Tren

WHO Rencanakan Hub Kedua untuk Latih Negara-Negara Membuat Vaksin Covid

WHO umumkan penyakit cacar monyet sudah menyebar ke 12 negara.

Topcareer.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana untuk mendirikan pusat kedua (second hub) untuk melatih negara-negara memproduksi vaksin mRNA mereka sendiri.

Itu merupakan bagian dari proyeknya untuk mendapatkan suntikan Covid-19 yang dibuat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dalam pidato di konferensi vaksin pada Rabu (23/2/2022), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus tidak menyebutkan negara-negara yang akan terlibat dalam perluasan proyek tersebut.

Dia mengatakan rincian lebih lanjut akan diumumkan kemudian. Para menteri kesehatan dari Korea Selatan, Serbia, Vietnam, Argentina dan menteri luar negeri Indonesia dijadwalkan untuk mengambil bagian dalam pengarahan WHO di hub transfer teknologi.

Baca juga: Jadi Format Konten Paling Laris, Facebook Luncurkan Reels Secara Global

Berita itu muncul setelah badan PBB itu mendirikan pusat transfer teknologi di Cape Town, Afrika Selatan, tahun lalu untuk memberikan pengetahuan kepada perusahaan-perusahaan dari negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah untuk memproduksi vaksin COVID-19 berdasarkan teknologi mRNA.

Afrigen Biologics di Cape Town telah menggunakan urutan vaksin Moderna yang tersedia untuk umum demi memproduksi versinya sendiri dari suntikan COVID-19 perusahaan AS di laboratorium dan bekerja menuju produksi komersial.

Pekan lalu, enam negara Afrika – Mesir, Kenya, Nigeria, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia – mendaftar sebagai yang pertama di benua itu yang menerima teknologi untuk memproduksi vaksin mRNA dalam skala dan sesuai dengan standar internasional.

Pada Rabu (23/2/2022), Tedros mengatakan sejauh ini 20 negara telah menyatakan minatnya untuk mendapatkan pelatihan tentang pengembangan vaksin mRNA oleh hub Afrika Selatan.

Tinggalkan Balasan