Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Senin, Agustus 15, 2022
redaksi@topcareer.id
Lifestyle

Ini Waktu Terbaik dan Terburuk untuk Makan Buah

Topcareer.id – Kamu pasti sadar akan manfaat buah-buahan untuk kesehatan.

Menginsumsi buah-buahan secara teratur bisa mengurangi risiko penyakit jantung, menjaga tekanan darah serta memberikan perlindungan terhadap sel-sel penyebab kanker.

Sayangnya masih banhyak yang belum megetahui kapan waktu terbaik untuk makan buah dan kapan waktu yang kurang baiknya.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan dan menghindari efek samping, kamu harus mengonsumsinya dalam jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat.

Waktu Terbaik untuk Makan Buah
Beberapa orang mengatakan bahwa pagi hari adalah waktu terbaik untuk makan buah-buahan.

Logika yang mereka berikan adalah bahwa makan buah dengan perut kosong meningkatkan pencernaan, menjaga berat badan, mendetoksifikasi sistem tubuh, dan mencegah penyakit terkait obesitas tertentu.

Sementara itu, yang lain lagi mengklaim bahwa sore hari adalah waktu terbaik untuk makan buah-buahan.

Saran ini tidak didukung oleh bukti ilmiah apa pun. Satu-satunya alasan yang sah untuk waktu yang direkomendasikan tersebut adalah bahwa makan buah di sore atau pagi hari meningkatkan kadar gula darah dan mengaktifkan sistem pencernaan.

Ini adalah fakta bahwa perut kosong lebih baik dalam mencerna buah dan memberikan energi yang sangat dibutuhkan di pagi hari.

Jika kamu mengawali hari dengan makan buah, kemungkinan kamu bisa aktif dan produktif sepanjang hari.

Baca juga: 5 Buah Terbaik untuk Bantu Turunkan Kolesterol

Waktu Terburuk untuk Makan Buah
Kamu tidak boleh makan buah sebelum tidur. Ini adalah waktu terburuk untuk memakannya.

Karena makan buah sebelum tidur bisa meningkatkan kadar gula darah dan membuatmu tetap terjaga sepanjang malam.

Banyak ahli kesehatan juga menyarankan agar kamu makan malam setidaknya 2-3 jam sebelum tidur.

Makan malam mendekati waktu tidur dapat menyebabkan gangguan pencernaan, asam lambung, dan kembung.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan