Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Jumat, Agustus 19, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Minim Pohon, Kota Ini Hadapi Gelombang Panas

Topcareer.id – Saat gelombang panas ketiga membakar kota cinta Paris di Prancis minggu ini, panas yang memancar dari aspal di luar gedung di sana menunjukkan angka 56 derajat Celcius pada termometer ahli tata kota Tangui Le Dantec.

Place de l’Opera, merupakan salah satu dari banyak tempat di ibukota Prancis yang tidak memiliki pepohonan untuk mendinginkan kota.

Padahal kita semua tahu bahwa pepohonan mampu memberikan keteduhan dan dipandang sebagai garis pertahanan utama terhadap perubahan iklim dan musim panas yang ekstrim.

Berbeda dengan di sepanjang Boulevard des Italiens yang dikelilingi pepohonan, termometer Le Dantec menunjukkan angka 28 derajat Celcius.

“Ada sedikit angin yang membuat Anda bisa bernapas lega,” kata Le Dantec, yang mendirikan Aux Arbres Citoyens, sebuah kelompok aksi menentang penebangan pohon.

Paris menempati peringkat buruk di antara kota-kota global untuk daerah hijaunya.

Menurut data dari Forum Budaya Kota Dunia, hanya 10% dari Paris yang terdiri dari ruang hijau seperti taman dan kebun dibandingkan dengan London sebesar 33% dan Oslo di Norwegia sebesar 68%.

Bulan Juli menjadi bulan terpanas yang tercatat di Prancis, menurut badan cuaca nasional Meteo France.

Menanggapi hal ini, Balai Kota Paris ingin menciptakan “islands of freshness” dan berencana menanam 170.000 pohon pada tahun 2026.

Balai Kota Paris juga mulai membongkar beton di lusinan halaman sekolah dan meletakkan tanah serta tumbuh-tumbuhan.

“Ini adalah proyek penanaman pohon dan vegetasi besar yang sedang berlangsung, jauh lebih besar daripada di bawah pemerintahan sebelumnya,” kata Jacques Baudrier, wakil walikota Paris yang ditugaskan untuk transisi energi hijau di gedung-gedung.

Baca juga: LSM Ini Mengkloning Pohon Tertua Di Dunia untuk Bantu Atasi Perubahan Iklim

Sayangnya ambisi hijau Balai Kota telah memicu beberapa protes. Le Dantec dan juru kampanye ekologi lainnya mengatakan pemerintah setempat telah menebang puluhan pohon berusia puluhan tahun untuk membuka jalan bagi ruang taman.

Dalam menggambar ulang lanskap kota, penebangan pohon dewasa bertentangan dengan ambisi pihak berwenang sendiri karena pohon muda lebih rentan terhadap kekeringan dan kurang berguna dalam memerangi radiasi panas, kata aktivis hijau.

Perencana kota Balai Kota mengatakan Paris tidak dapat dirancang ulang untuk menghadapi perubahan iklim dengan lebih baik tanpa menebang beberapa pohon.**(Feb)

the authorRino Prasetyo

Tinggalkan Balasan