Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Sabtu, Desember 3, 2022
redaksi@topcareer.id
Tren

Membelai Anjing Bagus untuk Otak, Ini Alasannya

work-dog-home-office1-minIlustrasi. (dok. The Dogington Post)

Topcareer.Id – Jika kamu memelihara seekor anjing, kamu mungkin tahu bahwa mengelusnya, dapat meringankan beban di pikiran kamu.

Para peneliti baru-baru ini membuktikan bahwa ada sesuatu yang terjadi di otak kita, ketika membelai atau duduk di sebelah anjing. Mereka juga membandingkannya dengan reaksi otak. saat membelai boneka binatang.

Mereka menemukan, bahwa ketika peserta penelitian melihat, merasakan, dan menyentuh anjing asli, hal itu menyebabkan tingkat aktivitas yang semakin tinggi di korteks prefrontal, yang membantu mengatur dan memproses interaksi sosial dan emosional.

“Aktivitas otak prefrontal pada subjek sehat meninggi dengan meningkatnya kedekatan interaksi dengan anjing atau hewan lain. Tetapi terutama dalam kontak dengan anjing, aktivasinya lebih kuat,” tulis penulis studi yang dipimpin oleh Rahel Marti di University of Basel di Swiss. Temuan itu muncul di PLOS ONE.

Baca juga: Asal Usul Slogan “Just Do It” Brand Nike

Untuk studi ini, para peneliti menggunakan teknologi neuroimaging inframerah untuk mengukur apa yang terjadi di otak 19 orang dewasa yang melihat seekor anjing, berbaring dengan anjing yang sama di kaki mereka, atau membelai anjing itu.

Peserta kemudian melakukan hal yang sama dengan boneka singa berbulu bernama Leo, yang diisi dengan botol air untuk meniru suhu dan berat anjing.

Studi ini menemukan bahwa aktivitas otak prefrontal peserta lebih besar ketika mereka berinteraksi dengan anjing sungguhan. Dampak terbesar ditemukan dengan petting.

Juga, aktivitas otak ini meningkat setiap kali peserta berinteraksi dengan anjing asli, yang tidak terjadi pada setiap interaksi boneka singa yang berurutan.

Hebatnya, efeknya berlanjut bahkan setelah anjing-anjing itu tidak ada lagi.

“Ini menunjukkan bahwa interaksi dengan seekor anjing mungkin mengaktifkan lebih banyak proses perhatian dan menimbulkan gairah emosional yang lebih kuat daripada rangsangan tak hidup yang sebanding,” kata para peneliti dalam rilis berita jurnal.

Baca juga: Sedih! Pria Ini tak Sengaja Buang 7.500 Bitcoin di Hard Drive

Ada kemungkinan, penelitian ini dapat membantu dokter merancang sistem yang lebih baik untuk terapi bantuan hewan.

Studi di masa depan diperlukan untuk memeriksa apakah membelai hewan dapat memicu aktivitas otak serupa pada pasien dengan defisit sosioemosional, kata para penulis.

the authorFeby Ferdian

Tinggalkan Balasan