Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Rabu, Februari 1, 2023
redaksi@topcareer.id
Tren

Kebijakan Baru Elon Musk di Twitter: Nggak Ada WFH, Kerja 40 Jam Seminggu

elon muskElon Musk. Dok/The Verge

Topcareer.id – Setelah membeli perusahaan jejaring sosial, Twitter, Elon Musk terus membawa kebijakan-kebijakan baru. Yang terhangat, dalam email pertamanya kepada seluruh karyawan Twitter disebutkan bahwa tidak akan ada lagi kebijakan “kerja dari rumah selamanya.”

“Kami juga mengubah kebijakan Twitter sehingga pekerjaan jarak jauh tidak lagi diizinkan kecuali Anda memiliki pengecualian khusus. Manajer akan mengirimkan daftar pengecualian kepada saya untuk ditinjau dan disetujui,” tulis Elon Musk dalam suratnya kepada karyawan, dikutip dari CNBC, Jumat (11/11/2022).

Dia memperingatkan karyawan bahwa perusahaan mungkin tidak dapat bertahan dari penurunan ekonomi tanpa pendapatan langganan (subscription) yang signifikan.

Musk ingin mengalihkan bisnis perusahaan sehingga menghasilkan setidaknya setengah dari pendapatannya dari langganan, dan dapat menjadi kurang bergantung pada iklan.

Namun dia mengatakan, dalam email staf, bahwa dia masih mengantisipasi Twitter akan menghasilkan pendapatan yang signifikan dari pengiklan.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi Pada 2045

Masih dalam email Elon Musk, ia mengatakan karyawan harus berada di kantor Twitter setidaknya 40 jam seminggu, dan berencana untuk secara pribadi menyetujui pengaturan alternatif apapun.

“Jelas, jika Anda secara fisik tidak dapat melakukan perjalanan ke kantor atau memiliki kewajiban pribadi yang penting, maka ketidakhadiran Anda dapat dimengerti,” kata Elon Musk.

Kebijakan kembali ke kantor Musk untuk Twitter mencerminkan kebijakan yang ia terapkan di Tesla, awal tahun ini. Pada 31 Mei, dia memberi tahu karyawan Tesla bahwa mereka harus kembali ke kantor setidaknya 40 jam seminggu atau mengundurkan diri.

Beberapa karyawan Tesla yang tidak dapat segera kembali ke kantor diberitahu bahwa mereka akan dapat melanjutkan pekerjaan mereka selama beberapa minggu lagi tetapi mengatakan bahwa mereka malah dipecat, ketika mereka tidak segera setuju untuk kembali.

Tinggalkan Balasan