Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, July 20, 2024
redaksi@topcareer.id
Tips Karier

Tips Gunakan AI Buat Bantu Cari Kerja

Ilustrasi penelitian Microsoft dan LinkedIn menyebut pengunaan AI generatif id tempat kerja meningkat hampir dua kali lipat dalam kurun waktu 6 bulan.Ilustrasi penggunaan AI. (Pexels)

TopCareer.id – Alat-alat kecerdasan buatan atau AI (artificial intelligence) seperti ChatGPT, juga dapat membantu buat seseorang yang sedang cari kerja.

Tentu saja, dalam mencari kerja kamu juga tidak boleh sepenuhnya bergantung pada AI karena mereka memiliki keterbatasan, sehingga tetap membutuhkan sentuhanmu sendiri dalam menjalani prosesnya.

Ada beberapa cara untuk menggunakan AI agar mereka dapat mendukungmu dalam mencari kerja. Berikut ini tipsnya seperti dikutip dari situs University of Colorado Boulder, Selasa (18/6/2024):

  • Membuat resume

AI dapat membantumu menulis poin-poin resume, sehingga dia memiliki poin-poin yang singkat dan menarik, serta mencerminkan pengalamanmu.

Tipsnya, sesuaikan resume dengan menulis poin-poin dan minta ChatGPT memberikan alternatif. Misalnya, ketik tanggung jawab spesifik dari pekerjaan atau magang kamu sebelumnya dan minta alat ini menghasilkan pencapaian resume dengan metrik berdasarkan tanggung jawab tersebut.

Meski begitu, AI membuat rekomendasi berdasarkan tren dan norma industri, yang bisa berbeda untuk perusahaan atau posisi yang kamu tuju. Selain itu, alat ini hanya dapat menyertakan informasi yang kamu berikan.

Karena itu, cek apakah ada hal yang tidak sesuai, detail yang tidak sesuai dengan pengalamanmu, atau informasi yang berulang. Hati-hati juga untuk tidak memasukkan informasi yang sangat sensitif atau pribadi ke dalam alat seperti ChatGPT.

  • Menyesuaikan surat lamaran

AI generatif seperti ChatGPT dapat mempercepat proses penulisan, tapi perlu diingat bahwa kamu tetap harus mengedit dan mempersonalisasi surat lamaran untuk menghasilkan produk yang tulus dan profesional.

Gunakan deskripsi pekerjaan, resume yang terorganisir dengan baik, dan kerangka surat lamaran untuk membuat prompt di ChatGPT. Tipsnya, mulailah dengan surat lamaran yang kamu tulis dan minta ChatGPT memberikan cara alternatif untuk menulis kalimat atau bagian tertentu.

Yang harus dipertimbangkan, kamu tetap harus mengedit surat dengan menyalin dan menempelkannya ke editor dokumen seperti Word atau Google Docs. Selain itu, jangan lupa tambahkan detail relevan, termasuk header, tanda tangan, dan informasi kontak perusahaan.

Sesuaikan juga surat untuk menunjukkan pemahamanmu tentang perusahaan dan posisi yang dilamar.

Perlu diingat, AI dapat membuat kesalahan ejaan dan typo. Pastikan untuk membaca kembali surat lamaran dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

Baca Juga: AI Ubah Cara Kerja Dalam Manajemen Proyek

  • Menulis email yang efektif

Dalam mencari kerja, biasanya pelamar akan berkomunikasi dengan pemberi kerja melalui email, dan diminta meresponnya dalam waktu tertentu. Di sini, AI seperti ChatGPT dapat membantumu untuk menulis email yang efektif.

Tipsnya, tempelkan pesan asli, hapus detail pribadi, dan minta ChatGPT untuk membuat balasan. Tinjau opsi balasan dan gunakan elemen yang sesuai dari rekomendasi tersebut, atau minta ChatGPT cara merespons topik email, misalnya tentang preferensi wawancara.

Yang perlu dipertimbangkan, komunikasi melalui email membutuhkan respons yang dipersonalisasi. Pastikan nada balasan sesuai dengan maksud email. Selain itu, gunakan AI sebagai panduan atau titik awal untuk balasan email, namun tetaplah periksa dan pastikan balasan email tersebut mencerminkan kepribadianmu dengan baik.

  • Mempersiapkan wawancara

Alat-alat AI tak cuma membantu untuk kepentingan dokumen saat melamar kerja saja, tapi juga dalam mempersiapkan wawancara. Sebagai contoh, isilah prompt ChatGPT dengan deskripsi pekerjaan yang dituju, lalu mintalah contoh pertanyaan wawancara untuk posisi itu.

Pertimbangkan apakah kamu merasa yakin dengan tanggapanmu terhadap contoh pertanyaan. Jika tidak, tanyakan ke ChatGPT untuk contoh jawaban. Kamu dapat menggunakan pengalamanmu untuk meminta ChatGPT memberikan respons yang lebih relevan terhadap sebuah pertanyaan.

Perlu diingat bahwa yang akan mewawancaraimu adalah manusia, bukan AI. Jadi, cara berinteraksi dengan kecerdasan buatan akan terlihat berbeda dengan manusia. Selain itu, ChatGPT atau alat AI serupa tidak dapat menggantikan respon wawancaramu yang kreatif dan bijaksana.

AI seperti ChatGPT juga merupakan alat yang terbuka untuk semua orang, sehingga pengguna lain mungkin bakal mendapatkan tanggapan umum yang sama. Berikan prompt ke sistem dengan pertanyaan atau informasi yang spesifik untuk keluaran yang lebih unik.

Leave a Reply