Find Us on Facebook

Instagram Gallery

Configuration error or no pictures...

SKILLS.ID

Subscribe to Our Channel

Saturday, July 20, 2024
redaksi@topcareer.id
Tren

Parlemen Thailand Bertamu ke Prakerja, Pelajari Program Pelatihan Kerja di RI

Parit Wacharasindhu, Ketua Komisi Pembangunan Politik, Komunikasi Massa, dan Partisipasi Publik Parlemen Thailand dan Denni Puspa Purbasari, Direktur Eksekutif Prakerja dalam kunjungan Parlemen Thailand ke kantor PMO Program Kartu Prakerja (24/6/2024). (Dok. Prakerja)

TopCareer.idPrakerja menerima kunjungan studi dari delegasi Parlemen Thailand di Kantor Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja pada Senin, 24 Juni yang lalu.

Kunjungan ke Prakerja ini merupakan bagian dari agenda kunjungan resmi Komisi Pembangunan Politik, Komunikasi Massa, dan Partisipasi Publik Parlemen Thailand ke Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 24 sampai 28 Juni 2024.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari inisiatif re-skilling dan upskilling serta pembelajaran sepanjang hayat yang telah diimplementasikan di Indonesia melalui Program Kartu Prakerja.

Melalui kunjungan ini, delegasi Parlemen Thailand mempelajari Program Kartu Prakerja untuk membantu perancangan program serupa di Thailand.

Beberapa aspek yang dipelajari oleh delegasi Parlemen Thailand dari Program Kartu Prakerja meliputi gambaran program, pendekatan user-centric, ekosistem dan kemitraan multi-pihak, tata kelola serta mekanisme pembiayaan, teknologi dan integrasi API, serta pemantauan dan evaluasi Prakerja.

Baca Juga: Program Prakerja: 4 Tahun Dorong Produktivitas Angkatan Kerja Indonesia

Denni Puspa Purbasari, Direktur Eksekutif Prakerja, menyambut baik kunjungan dari Komisi Pembangunan Politik, Komunikasi Massa, dan Partisipasi Publik Parlemen Thailand untuk mempelajari lebih dalam tentang Program Kartu Prakerja.

“Ini adalah bukti nyata bahwa inisiatif dan kerja keras kami dalam meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja masyarakat di Indonesia dapat dijadikan contoh bagi negara lain,” kata Denni dalam siaran pers yang diterima TopCareer.id, Rabu (26/6/2024).

“Kami berharap, melalui kunjungan ini, kita bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk menciptakan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di era modern, mempererat hubungan bilateral, dan membuka peluang kerjasama yang lebih luas di masa mendatang,” pungkas Denni.

Selain berdiskusi dengan PMO Program Kartu Prakerja, delegasi Parlemen Thailand juga akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beserta jajaran.

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan diskusi dan pembelajaran lebih mendalam mengenai Program Kartu Prakerja baik dari sisi kebijakan, proses, serta dukungan pemerintah yang hingga saat ini bisa memberikan dampak positif terutama untuk angkatan kerja di Indonesia.

Punya Potensi Diadaptasi di Thailand

Parit Wacharasindhu, Ketua Komisi Pembangunan Politik, Komunikasi Massa, dan Partisipasi Publik Parlemen Thailand mengapresiasi Program Kartu Prakerja dan menilai program ini memiliki banyak potensi untuk diadaptasi di Thailand.

“Kami berharap dapat mempelajari lebih lanjut tentang Program Kartu Prakerja dan bertukar ide dengan PMO Program Kartu Prakerja tentang bagaimana program yang sangat baik ini dapat diadaptasi di negara kami untuk bisa mengembangkan keterampilan kerja khususnya di Thailand,” kata Parit

Sebelumnya pada Februari 2024, Prakerja juga menerima undangan dari Wakil Menteri Kantor Perdana Menteri Thailand Nahathai Thewphaingarm, sebagai kelanjutan dari kunjungan belajar oleh tim Equity Education Fund (EEF) Thailand ke Indonesia pada Oktober 2023.

Delegasi dari Komisi Pembangunan Politik, Komunikasi Massa, dan Partisipasi Publik Parlemen Thailand terdiri dari 12 anggota Komisi yang dipimpin oleh Ketua Komisi Parit Wacharasindhu.

Kesuksesan Prakerja di Indonesia

Sebagai program beasiswa pelatihan, Prakerja berhasil mendorong kompetensi lebih dari 18,8 juta masyarakat Indonesia, dan merupakan program berskala besar yang inklusif dimana ada beragam pelatihan serta informasi lowongan pekerjaan bagi pesertanya.

Manfaat Prakerja juga dirasakan secara konkret tergambar dalam survei evaluasi Prakerja di 2024 dimana 24 persen peserta yang awalnya menganggur mendapatkan pekerjaan atau menjadi wirausahawan, sebulan pasca pelatihan Prakerja.

Dampak positif yang dihasilkan oleh Prakerja bagi angkatan kerja Indonesia pun dinilai bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan.

Leave a Reply