TopCareer.id – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mendorong agar perguruan tinggi ikut terlibat untuk mengidentifikasi berbagai peluang karier di sektor green jobs.
Hal ini disampaikan Wamen Stella dalam rapat bersama Inovasi Muda yang membahas penguatan ekosistem green jobs melalui pendidikan tinggi, inovasi, dan kolaborasi, Senin (26/10/2026).
Pada kesempatan itu, Stella mendorong penguatan ekosistem green jobs melalui pendidikan tinggi, riset, dan kolaborasi dengan industri.
Menurutnya, upaya ini diarahkan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja, menghubungkan hasil penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, serta mempersiapkan karier generasi muda di bidang green jobs.
Mengutip laman resmi Kemdiktisaintek, Stella mengatakan penciptaan green jobs perlu didukung model usaha yang mampu menghasilkan nilai ekonomi.
Baca Juga: Upaya Ciptakan Lapangan Kerja Green Jobs dari Bongkar Limbah Elektronik
Pengembangan usaha ramah lingkungan, kata Stella, perlu melibatkan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah agar potensi lokal dapat diolah menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
“Bagaimana yang green itu bisa menjadi suatu bisnis dan setelah ada perputaran ekonomi, ini akan menyerap tenaga kerja. Kalau sudah menyerap tenaga kerja dan berperan dalam perekonomian, pemerintah daerah pasti akan semangat,” ujarnya.
Selain itu, penting untuk menghubungkan penelitian perguruan tinggi dengan persoalan yang dihadapi industri.
Menurut Stella, dengan mekanisme push and pull, industri dapat menyampaikan masalah yang membutuhkan solusi, sedangkan perguruan tinggi merespons melalui penelitian dan inovasi berdasarkan keahlian yang dimiliki.
Pendekatan ini membuka ruang bagi penelitian untuk menjawab kebutuhan nyata industri, sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan peneliti yang memiliki kompetensi sesuai.
Baca Juga: Menaker: Green Jobs Bisa Buka 9 Juta Lapangan Kerja Baru
Diskusi tersebut juga membahas peluang kolaborasi meliputi pengolahan sampah menjadi energi, pariwisata berkelanjutan, serta pemantauan terumbu karang dengan dukungan kecerdasan artifisial (AI).
Hasil penelitian di bidang-bidang tersebut juga dapat dihubungkan dengan pendidikan dan pelatihan agar mahasiswa memahami penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam menjawab persoalan lingkungan.
Wamendikti juga mengusulkan penyusunan panduan jalur karier menuju pekerjaan ramah lingkungan.
Panduan ini dapat membantu mengidentifikasi jenis pekerjaan yang tersedia, kompetensi yang dibutuhkan, serta bidang dengan permintaan tenaga kerja tinggi tetapi ketersediaan tenaga terampil yang masih terbatas.
Informasi tersebut bisa jadi masukan bagi perguruan tinggi dalam menyesuaikan pembelajaran dan pengembangan keterampilan mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.



