TopCareer.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut ada tiga pekerjaan rumah (PR) utama di sektor ketenagakerjaan, yang harus jadi perhatian pemerintah dan serikat pekerja.
Hal ini ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin (FSP LEM SPSI) di Karawang beberapa waktu lalu.
Tiga PR utama ketenagakerjaan yang harus jadi perhatian bersama tersebut adalah pembaruan regulasi, penguatan Gerakan Produktivitas Nasional, serta upskilling dan reskilling tenaga kerja.
Selain itu, ada juga beberapa isu lain yang membutuhkan solusi komprehensif.
Isu-isu tersebut mulai dari upah minimum, tenaga kerja asing (TKA), perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), outsourcing, cuti, hingga pesangon dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Saya melihat ini adalah tantangan sekaligus kesempatan bagi kita semua untuk menghadirkan masa depan bangsa, bagi anak cucu kita,” kata Yassierli, mengutip keterangan tertulis, Senin (8/9/2025).
Baca Juga: Menaker Ungkap 3 Faktor Global Ini Bakal Ubah Dunia Kerja
Pada kesempatan itu, Menaker menegaskan hubungan industrial yang harmonis saja tidak cukup. Dunia kerja Indonesia, dinilai perlu bergerak ke arah hubungan industrial transformatif dengan produktivitas sebagai kunci utama.
“Produktivitas kita masih 10 persen di bawah rata-rata ASEAN,” kata Yassierli.
Menaker pun berharap agar Serikat Pekerja atau Serikat Buruh bisa menjadi “champion” produktivitas, ahli dan konsultan, serta ikut mengampanyekan budaya kerja produktif.
Kementerian Ketenagakerjaan pun telah menginisiasi pelatihan ahli produktivitas. Yassierli berharap, FSP LEM SPSI akan terlibat dalam program training of trainers (ToT) agar nantinya bisa disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Produktivitas dan Pengangguran Masih Jadi Tantangan Ketenagakerjaan RI
Selain itu, peningkatan kompetensi pekerja juga masih jadi PR strategis. Karena itu, kementerian akan memperluas Balai Latihan Kerja (BLK) atau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
“Balai-balai itu harus dimanfaatkan tidak hanya oleh pencari kerja, tetapi juga serikat pekerja untuk upskilling dan reskilling,” kata Menaker.
Kementerian juga mencanangkan slogan A Nice Place to Grow, yang diharapkan jadi ruang pengembangan kapasitas pekerja secara berkelanjutan.
Yassierli menegaskan bahwa peningkatan produktivitas jadi salah satu kunci menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, produktivitas nasional harus meningkat hingga 260 persen agar Indonesia sejajar dengan negara maju.
“AI bukan untuk menggantikan kita, tapi untuk mendukung kita. Dengan kolaborasi pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja, saya yakin kita bisa mewujudkan lompatan besar itu,” pungkasnya.






