Lifestyle

Jangan Gampang Terjebak Diskon

Ilustrasi belanja online. (Dok. Lazada)

TopCareer.id – Tanggal kembar biasanya jadi momen platform e-commerce untuk menggelar diskon besar-besaran atau flash sale. Hal ini jadi kesempatan bagi konsumen untuk berburu kebutuhan atau membeli keinginannya.

Namun, Ujang Sumarwan, Guru Besar Ilmu Konsumen IPB University mengingatkan agar konsumen tidak terjebak perilaku belanja impulsif.

Dalam sebuah siniar di YouTube IPB TV, Ujang menegaskan bahwa ilmu konsumen berperan besar dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang berkepentingan memahami perilaku konsumen itu bukan hanya produsen atau perusahaan, tapi konsumen sendiri. Agar tidak terjebak mengambil keputusan yang merugikan dirinya,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini banyak orang gagal membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Ujang mengatakan, jika konsumen tidak bisa membedakan keduanya namun daya belinya terbatas, hal ini malah membuatnya rugi sendiri.

“Banyak orang terjebak mengikuti keinginan, bukan kebutuhan,” kata Ujang, mengutip laman resmi IPB, Jumat (10/10/2025).

Baca Juga: Bisnis Affiliate Jadi Peluang Baru Cari Cuan di Era Digital

Fenomena lain yang disorot adalah impulsive buying atau belanja tanpa rencana yang kerap meningkat saat musim promo. Diskon dan promosi kerap memicu konsumen membeli barang yang sebenarnya tak diperlukan.

“Sering kali kita pergi ke toko tanpa rencana belanja, tapi karena lihat diskon jadi membeli. Itu contoh unplanned shopping,” ujarnya.

Selain itu, konsumen juga harus berhati-hati dengan praktik bisnis yang tidak etis atau penipuan. Konsumen harus selalu memegang prinsip: teliti sebelum membeli, teliti saat membeli, dan teliti setelah membeli.

Menurut Ujang, modus penipuan sejak dulu sudah ada. Namun saat ini, medianya yang berubah.

“Kini banyak penipuan melalui telepon, media sosial, hingga aplikasi pesan. Karena itu, konsumen harus meningkatkan literasi digital,” kata Ujang.

Baca Juga: Berapa Menit Maksimal Pria Mampu Bertahan Saat Pergi Belanja?

Maka dari itu, ada beberapa tips yang harus dilakukan sebagai konsumen lebih bijak.

Lakukanlah riset sebelum membeli, gunakan situs/toko resmi (official store), baca ulasan dan bertanya ke orang yang berpengalaman, waspadai harga tak masuk akal, dan jangan buru-buru mengambil keputusan.

Perusahaan dan pemerintah juga punya peran dalam memberikan perlindungan.

Jika perusahaan gegabah, konsumen yang dirugikan bisa melakukan komplain ke media sosial, yang malah merusak citra perusahaan. Sementara pemerintah, harus hadir lewat regulasi yang melindungi konsumen.

Ujang pun berpesan agar konsumen selalu bijak dalam berbelanja. “Ketika melihat barang menarik, tanyakan dulu pada diri sendiri: ini kebutuhan atau hanya keinginan?” ujarnya.

“Hindari membeli secara kredit untuk konsumsi, kecuali untuk hal produktif seperti rumah atau kendaraan. Dan jangan mudah percaya penawaran di media sosial yang tidak jelas,” pungkas Ujang.

Leave a Reply