TopCareer.id – Takut tambah tua tidak membuat seseorang jadi lebih muda, tapi berdampak sebaliknya.
Menurut studi yang dimuat di jurnal Psychoneuroendocrinology, perempuan yang merasa cemas menjadi tua malah mengalami penuaan lebih cepat secara biologis, dibandingkan mereka yang lebih tenang.
Marina Rodrigues, penulis studi dan mahasiswa PhD di New York University School of Global Public Health mengatakan, mungkin merupakan studi pertama yang meneliti efek biologis dari kecemasan terhadap penuaan.
“Saya sangat percaya bahwa kesehatan mental dan fisik tidak bisa dipisahkan,” kata Rodrigues, mengutip Health, Kamis (16/4/2026).
Riset menganalisa data dari 726 perempuan di Amerika Serikat yang berusia 25 hingga 74 tahun. Mereka mengikuti studi Midlife in the United States.
Dalam studi ini, para peserta menjawab pertanyaan tentang kesehatan dan gaya hidupnya, serta menilai tingkat kecemasan mereka terhadap perubahan terkait usia seperti kesehatan, penampilan fisik, dan kemampuan memiliki anak.
Para peserta juga memberikan sampel darah. Dari situ, peneliti menilai penanda kesehatan fisik, termasuk “perubahan kimia pada DNA yang terakumulasi seiring waktu dan mencerminkan bagaimana tubuh menua secara biologis.”
Baca Juga: Menurut Peneliti, Orang dengan Golongan Darah B Lebih Awet Muda
Hasilnya menunjukkan, perempuan yang melaporkan tingkat lebih cemas terhadap penuaan, terutama soal kesehatan, cenderung menunjukkan tanda-tanda penuaan biologis yang lebih cepat.
Hal ini diduga terjadi karena stres memengaruhi peradangan, metabolisme, dan kesehatan sel.
Menariknya, kecemasan terhadap penampilan atau rencana memiliki keluarga tidak menunjukkan hubungan yang sekuat kecemasan terhadap kesehatan.
Michael Snyder, profesor genetika di Stanford University School of Medicine yang tidak terlibat riset ini, menyebut temuan itu “sangat masuk akal.” Penelitian lain juga menunjukkan adanya kaitan seupa.
“Segala sesuatu yang meningkatkan peradangan akan mempercepat penuaan,” kata Snyder. “Dan tentu saja, stres berkaitan dengan peradangan.”
Ellen Lee, psikiater geriatri di University of California San Diego, juga setuju ada hubungan antara pikiran dan tubuh.
“Kesehatan mental dan fisik saling berkomunikasi lebih dari yang kita kira,” ujarnya. Penelitian menunjukkan bahwa penyakit fisik dapat meningkatkan risiko depresi, dan sebaliknya.
Baca Juga: Kurangi Tanda Penuaan Dini Bisa Lewat Konsumsi Buah yang Satu Ini
Namun, Rodrigues menegaskan studinya tidak bisa membuktikan secara pasti bahwa kekhawatiran tentang kesehatan masa depan akan mempercepat penuaan.
Studi ini hanya melihat keterkaitan antara kecemasan dan satu pengukuran usia biologis—yang sendiri masih merupakan konsep yang terus berkembang.
Selain itu, peneliti juga menyebut adanya faktor-faktor eksternal yang juga berpengaruh.
Saat peneliti memperhitungkan kondisi medis yang sudah ada dan kebiasaan tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol, pengaruh kecemasan terhadap penuaan terlihat menjadi lebih kecil.
“Ini bisa jadi seperti lingkaran,” kata Lee.
Artinya, orang dengan risiko kesehatan mungkin memang menua lebih cepat dan juga lebih cemas tentang masa depan mereka, namun bukan berarti kecemasanlah yang dapat menyebabkan penuaan tersebut.
Agar kamu tak terlalu khawatir soal penuaan, Rodrigues menyarankan untuk mengubah pola pikir.
Kecemasan mungkin tidak akan benar-benar bisa sepenuhnya hilang. Namun, penelitian menunjukkan pentingnya menemukan cara sehat dalam mengelola stres dan kecemasan.
Baca Juga: Olahraga Ini Bagus Untuk Memperlambat Penuaan
Anda bisa menghabiskan waktu dengan orang terdekat, melakukan mindfulness, menjalani hobi, atau aktivitas lain yang menyenangkan.
Lee mengatakan, secara evolusi, kecemasan harusnya memicu seseorang untuk melakukan sesuatu yang lebih baik bagi kelangsungan hidupnya.
Dalam hal ini, takut bertambah tua bisa jadi motivasi untuk memperbaiki pola makan, lebih aktif bergerak, serta mempererat hubungan sosial.
Lee juga menyarankan untuk melihat sisi positif dari bertambahnya usia, misalnya tambah bijaksana dan makin banyak pengalaman, untuk menyeimbangkan pikiran negatif.
Jika kamu merindukan masa muda, cobalah menyesuaikan aktivitas yang pernah dilakukan dulu dengan kondisi sekarang. Misalnya, jika lutut sudah tidak kuat untuk maraton, kamu tetap bisa aktif dengan cara yang lain.
“Ada banyak cara untuk tetap memiliki kualitas hidup yang baik dan bermakna tanpa harus memiliki semua atribut fisik yang identik dengan masa muda,” kata Lee.






