Tren

Masyarakat Makin Berminat Ikut Mudik Gratis di 2026

Ilustrasi mudik gratis (Dok: Kementerian Perhubungan)

TopCareer.id – Animo masyarakat terhadap berbagai program mudik gratis yang ditawarkan pemerintah, BUMN, maupun swasta jelang Lebaran, melonjak di tahun 2026.

Hal ini terungkap dalam Survei Pola Rencana Mudik Lebaran 2026 yang dilakukan Lembaga Survei KedaiKOPI.

Survei ini dilakukan secara daring melalui kuesioner yang disebarkan di internet terhadap 1.053 Warga Negara Indonesia berusia 17-55 tahun, pada 26 Februari hingga 7 Maret 2026.

Ashma Nur Afifah, Head of Researcher Lembaga Survei KedaiKOPI menyebut, 85,1 persen atau sekitar 895 responden berencana mudik tahun ini, dengan 73,2 persen di antaranya rutin melakukannya setiap tahun.

“Alasannya adalah kembali ke kampung halaman, di mana berkumpul dengan orang tua, keluarga, itu menjadi alasan yang cukup konsisten bagi hampir semua responden,” kata Ashma dalam konferensi pers online.

Baca Juga: THR Cair, Ini Tips Biar Tak Menyesal di Akhir

Namun, sekitar 15 persen responden menyebut tidak mudik dengan alasan yang beragam, termasuk faktor ekonomi (42 persen) hingga ingin berlibur di tempat lain (16 persen).

Ashma pun mengungkapkan, 53,3 persen responden berminat untuk mengikuti mudik gratis, meski baru 8,9 persen yang sudah mendapatkan kuota tiketnya.

Sementara, 44,4 persen responden masih mencari atau menunggu kuota mudik gratis lainnya.

“Kami melihat bahwa minat untuk mengikuti mudik gratis naik tahun ini,” kata Ashma.

Baca Juga: Transjabodetabek Blok M-Soetta Resmi Beroperasi, Simak Rutenya

Dalam survei tahun lalu, KedaiKOPI menemukan hanya 39 persen responden yang berminat mengikuti mudik gratis. Angka ini berarti naik sekitar lebih dari 10 persen di 2026.

“Karena banyak yang ingin ikut maka saran dari orang-orang yang ingin ikut mudik gratis pun adalah memperbanyak kembali armada diberangkatkan untuk mudik gratis dan juga permudah proses pendaftaran serta calo harus dihilangkan,” kata Ashma.

Namun, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansah dalam kesempatan yang sama pun mengingatkan bahwa kenaikan angka peminat mudik gratis harusnya bisa jadi pelajaran bagi pemerintah.

“Minat mudik gratis yang mengalami kenaikan dari 38 persen menjadi 53,3 persen ini apakah hasil pemerintah sukses dalam mengkomunikasikan program ini atau memang kondisi ekonomi kita yang mengalami penurunan daya beli?” katanya.

Leave a Reply