Lifestyle

Tren Konsumsi Minuman Manis Naik, Waspada Kebablasan!

Ilustrasi minuman manis kekinian. (Gambar dibuat dengan AI Gemini)

TopCareer.id – Tren konsumsi minuman manis yang meningkat dinilai harus jadi perhatian masyarakat.

Pasalnya, kelebihan gula dari minuman dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti obesitas dan diabetes.

“Batas asupan gula yang dianjurkan per hari adalah sekitar 10 persen dari kebutuhan energi harian,” kata Zuraidah Nasution, dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University.

Dalam sebuah siniar di kanal YouTube IPB TV,  Zuraidah mengatakan bahwa jika rata-rata kebutuhan energi 2.000 kilokalori, maka sekitar 50 gram gula atau setara empat sendok makan.

Mengutip laman resmi IPB University, Zuraidah menjelaskan bahwa berbagai studi menunjukkan konsumsi sugar sweetened beverages (SSB) di Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir.

Baca Juga: Konsumsi Minuman Manis RI Masuk Tertinggi Se-Asia Pasifik

Bahkan, Indonesia pernah tercatat sebagai salah satu negara dengan konsumsi minuman berpemanis tertinggi di kawasan Asia.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, rata-rata gula yang dikonsumsi dari minuman berpemanis saja bisa mencapai sekitar 50 persen dari batas harian yang dianjurkan.

“Bayangkan, 50 persen itu hanya dari minuman saja. Belum dari makanan atau produk olahan lainnya yang juga mengandung gula tambahan,” kata Zuraidah.

Mudahnya membeli minuman kemasan hingga siap saji seperti teh manis, boba, atau kopi kekinian yang tanpa kandungan gula jelas, juga memperparah kondisi ini.

Baca Juga: Sekaleng Diet Soda Lebih Bahaya Daripada Soda Biasa?

Menurut Zuraidah, kebiasaan mengonsumsi minuman manis sering terbentuk di usia anak dan terbawa hingga dewasa. Karena itu, orang tua punya peran penting dalam membentuk pola konsumsi yang lebih sehat.

Orang tua pun diajak untuk tidak terbiasa menyimpan minuman berpemanis di rumah, serta mengajak anak membaca label informasi nilai gizi pada kemasan.

“Misalnya dengan tidak menyetok minuman manis di rumah atau mengajak anak memilih minuman dengan kandungan gula yang lebih rendah,” ujarnya.

Minum minuman manis sebenarnya tak perlu dihindari sepenuhnya. Namun, Zuraidah menegaskan bahwa yang perlu diatur adalah mengonsumsi gula secara bijak.

“Batasi jumlahnya, perhatikan total gula yang dikonsumsi dalam sehari, dan imbangi dengan pola hidup sehat seperti konsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik, serta istirahat yang cukup,” pungkasnya.

Leave a Reply