Tren

Pencari Kerja RI Didorong Cari Pekerjaan yang Relevan dengan Dirinya

SEEK dorong pencari kerja untuk mencari kerja yang lebih relevan dengan kebutuhannya. (Dok: Jobstreet by SEEK)

TopCareer.id – Perusahaan induk Jobstreet dan Jobsdb, SEEK, mendorong pencari kerja untuk menemukan peluang karier yang benar-benar relevan dengan dirinya, bukan cuma mencari banyak lowongan.

Kampanye ini didasarkan temuan bahwa pencari kerja sebenarnya tidak perlu banyak opsi lowongan kerja, namun membutuhkan pilihan yang lebih cocok dengan kebutuhan dan aspirasi mereka.

Laporan Jobstreet Workplace Happiness Index pun mengungkapkan, relevansi saat ini menjadi semakin penting bagi para pekerja.

82 persen pekerja di Indonesia menyatakan bahagia di tempat kerja, tertinggi di kawasan, sementara tingkat kebahagiaan di beberapa negara lain seperti Singapura dan Hong Kong jauh lebih rendah.

Riset tersebut juga menyoroti kesenjangan antara harapan dan realitas, terutama terkait tujuan kerja, perkembangan karier, dan kepuasan dalam peran sehari‐hari.

Namun di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 sebesar 4,85 persen, setara dengan sekitar 7,46 juta orang yang masih menganggur.

Di periode yang sama, proporsi pekerja formal meningkat dari 42,05 persen menjadi 42,20 persen, menunjukkan pergeseran positif menuju pekerjaan yang lebih terlindungi.

Baca Juga: Pasar Kerja Makin Ketat, Job Fair Masih Bisa Jadi Penyelamat?

Maryanne Tsiatsias, Chief Marketing Officer APAC, SEEK, mengatakan kombinasi tingginya keinginan untuk pekerjaan yang sesuai dan adanya jutaan pencari kerja inilah yang mendorong mereka mengusung kampanye “relevansi.”

Dalam kampanye ini, SEEK ingin membantu pencari kerja di Indonesia menemukan pekerjaan yang relevan dan benar-benar pas, bukan sekadar “cukup mendekati.”

“Ketika berbicara tentang mencari pekerjaan, kami tahu betapa pentingnya bagi orang‐orang di seluruh Asia untuk menemukan peluang karier yang benar‐benar tepat bagi mereka,” kata Tsiatsias.

Upaya SEEK ini diwujudkan lewat kemampuan pencarian dan pencocokan (search & match) berbasis AI mereka di Jobstreet dan Jobsdb, untuk menghubungkan pencari kerja dan perusahaan di seluruh asia.

Teknologi ini menganalisis keterampilan, pengalaman, preferensi, dan perilaku pengguna untuk menampilkan peluang kerja dan kandidat yang lebih relevan dengan kebutuhan nyata di pasar.

Selain itu, lewat rekomendasi yang dipersonalisasi dan Strong Applicant Badge, pencari kerja bisa dengan cepat mengidentifikasi lowongan yang berpeluang tinggi, serta fokus pada kesempatan yang paling relevan.

Sementara bagi perusahaan, pendekatan berbasis data ini membantu menemukan kandidat yang tepat, dari level awal hingga posisi senior, termasuk bagi UMKM dan perusahaan besar.

“Relevansi menjadi hal yang semakin krusial. Para pencari kerja tidak hanya menginginkan lebih banyak pilihan; mereka menginginkan yang tepat,” kata Maryanne.

Baca Juga: Pekerja Indonesia Paling Bahagia di Asia Pasifik, Tapi Diintai Burnout

Kampanye terpadu Jobstreet dan Jobsdb bertajuk “Relevansi” ini dikembangkan bersama Accenture Song, berbasis kampanye SEEK “Better Matches” yang sebelumnya sukses di Australia dan Selandia Baru.

Di Asia, ide tersebut diterjemahkan ke dalam cerita dan karakter yang terasa akrab bagi masyarakat setempat, mencerminkan keragaman talenta, lingkungan kerja, dan ambisi di Asia.

Kampanye ini sendiri menampilkan karakter seperti putri duyung dan Raja Kera (Monkey King).

Kampanye menggunakan pendekatan cerita dan karakter yang familiar untuk menunjukkan bagaimana platform SEEK membantu orang menemukan peluang yang lebih cocok, dengan cara yang relevan di berbagai negara Asia.

“Di seluruh Asia, cara orang memandang pekerjaan dibentuk oleh sesuatu yang lebih dalam – ikatan keluarga, nilai-nilai budaya, dan pencarian tujuan hidup,” kata Melissa Eisner, Managing Director, Accenture Song.

Kampanye akan ditampilkan di berbagai kanal termasuk di media outdoor, video online, radio, iklan di internet, media sosial, serta berbagai kanal Jobstreet dan Jobsdb di enam negara Asia, termasuk Indonesia.

Leave a Reply