TopCareer.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka lowongan kerja untuk Central Project Management Unit (CPMU) di Indonesia Health Systems Strengthening (IHSS) Project.
Proyek IHSS dilaksanakan Kemenkes bekerja sama dengan Bank Dunia (IBRD), AIIB, ADB, dan IsDB untuk memperkuat layanan kesehatan primer, sistem rujukan, laboratorium, serta tata kelola kesehatan di seluruh Indonesia.
Posisi yang dibuka yaitu Equity Consultant, Monitoring & Evaluation Consultant, serta Monitoring & Evaluation Officer.
Berikut kualifikasi yang dibutuhkan untuk lowongan kerja Kemenkes ini.
Equity Consultant (1 Posisi)
- Gelar Magister (S2) di bidang Kesehatan Masyarakat, Ilmu Sosial, Studi Pembangunan, atau jurusan relevan. Diutamakan memiliki sertifikasi profesional.
- Pengalaman minimal 7 tahun dalam peran yang berfokus pada inklusi sosial dan ekuitas di sektor kesehatan atau pembangunan sosial.
- Memiliki keahlian yang terbukti dalam merancang dan mengimplementasikan strategi ekuitas dan inklusi.
- Punya pengalaman bekerja dengan komunitas yang beragam dan terpinggirkan.
- Punya keterampilan analitis dan penelitian yang kuat.
- Punya keterampilan komunikasi dan interpersonal yang sangat baik.
- Mahir menggunakan perangkat lunak dan alat yang relevan untuk analisis data dan manajemen proyek.
- Kemampuan bahasa Inggris yang baik (lisan dan tulisan).
Baca Juga: Lowongan Kerja BRI BFLP Specialist 2026 Wave 2, Cek Infonya Berikut Ini
Monitoring & Evaluation Consultant (1 Posisi)
- Gelar Magister (S2) di bidang Kesehatan Masyarakat, Ilmu Sosial, Administrasi Bisnis, Statistik, Studi Pembangunan, atau jurusan relevan. Diutamakan memiliki sertifikasi profesional.
- Pengalaman minimal 7 tahun dalam monitoring dan evaluasi, diutamakan di sektor kesehatan atau proyek pembangunan skala besar.
- Memiliki keahlian yang bisa dibuktikan dalam merancang dan mengimplementasikan kerangka kerja dan alat M&E proyek/program sektor kesehatan dan sosial.
- Berpengalaman dengan proyek yang didanai donor dan keakraban dengan standar pelaporan keuangan donor lebih diutamakan.
- Memahami mekanisme pelaporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Indonesia.
- Punya keterampilan analitis yang kuat dan pengalaman dalam analisis data kuantitatif dan kualitatif.
- Punya keterampilan komunikasi dan penulisan laporan yang sangat baik.
- Diutamakan memiliki pemahaman tentang isu inklusi sosial, ekuitas, dan gender di sektor kesehatan.
- Kemahiran dalam perangkat lunak dan alat statistik data.
- Kemampuan bahasa Inggris yang baik (lisan dan tulisan).
Baca Juga: Kemenkes Wajibkan Boba hingga Kopi Susu Pasang Nutri Level
Monitoring & Evaluation Officer (1 Posisi)
- Gelar Sarjana (S1) di bidang Kesehatan Masyarakat, Administrasi Publik, Ilmu Sosial, Administrasi Bisnis, Statistik, Studi Pembangunan, atau jurusan relevan. Diutamakan memiliki sertifikasi profesional.
- Pengalaman minimal 2 (dua) tahun dalam monitoring dan evaluasi atau perencanaan dan penganggaran, diutamakan di sektor kesehatan atau proyek pembangunan lainnya.
- Pengalaman terbukti dalam mendukung desain dan implementasi kerangka kerja M&E dan alat pemantauan.
- Keahlian terbukti dalam perencanaan dan penganggaran sektor kesehatan, termasuk penggunaan sistem aplikasi perencanaan dan penganggaran pemerintah.
- Punya pengalaman dengan proyek yang didanai donor dan keakraban dengan standar pelaporan keuangan donor lebih diutamakan.
- Memahami mekanisme perencanaan, penganggaran, dan pelaporan APBN di Indonesia.
- Memiliki keterampilan analitis yang kuat dengan pengalaman dalam analisis data kuantitatif dan kualitatif.
- Punya keterampilan komunikasi dan penulisan laporan yang sangat baik.
- Kemahiran dalam perangkat lunak statistik dan alat analisis data.
- Kemampuan bahasa Inggris yang baik (lisan dan tulisan).
Pendaftaran dibuka sampai 19 Mei 2026 pukul 23.59 Waktu Indonesia Barat (WIB). Anda bisa mendaftar melalui s.kemkes.go.id/RecruitmentIHSSBatchVII






