Lifestyle

Tren Sharenting di Medsos, Ibu Lebih Protektif Jaga Keamanan Anak

Ilustrasi ibu merekam aktivitas anak. (Gambar dibuat dengan AI Google Gemini)

TopCareer.idSharenting atau membagikan aktivitas mengasuh anak oleh orang tua di media sosial, bukan hal yang baru di media sosial.

Meski ada hal positif seperti membangun komunitas yang suportif, berbagi informasi dan saran, hingga sebagai dokumentasi kehidupan, namun tetap ada risiko yang patut diwaspadai orang tua.

Penelitian terbaru Kaspersky dan Singapore Institute of Technology (SIT) menemukan, orang tua di Asia Pasifik dan Mesir merasa lebih mudah untuk melindung anak-anaknya secara online, seiring bertambahnya usia. Selain itu, naluri protektif pada ibu juga memicu perilaku yang lebih positif terhadap privasi digital.

Temuan utamanya studi ini mengungkapkan bahwa kepercayaan diri, pengalaman, dan insting orang tua muncul sebagai pendorong utama seberapa efektif mereka melindungi privasi daring anak-anak mereka.

Baca Juga: Jutaan Anak RI Terpaksa Bekerja, Mayoritas Masih Sekolah

Ada beberapa temua yang tercatat dalam riset bertajuk “Small Shares, Big Risks: How Parents Assess Threats and Cope with Sharing of Children’s Data” ini.

Lebih dari empat dari setiap lima orang tua yang disurvei percaya mereka dapat menghindari menampilkan informasi identitas (PII) seperti tanggal lahir, sekolah, atau alamat (85 persen), menghindari berbagi gambar anak-anak mereka yang berpotensi memalukan (85 persen), membatasi akses ke konten yang dibagikan kepada keluarga dan teman dekat (84 persen), dan menahan diri dari memposting detail pribadi yang dapat diidentifikasi (83 persen).

Sebagian besar orang tua juga percaya pada kemampuan mereka mengambil langkah tambahan untuk mengontrol bagaimana foto dan informasi anak-anak mereka tersebar secara daring, dengan 80 persen menghapus izin berbagi ulang (resharing) dan sekitar 78 persen menonaktifkan fitur metadata dan geotagging.

Temuan ini berarti sebagian besar orang tua merasa percaya diri dan mampu untuk tidak hanya mengontrol siapa yang melihat konten mereka, tapi juga seberapa jauh konten tersebut menyebar dan informasi tersembunyi apa yang dapat bocor apabila jatuh di tangan yang salah.

Baca Juga: Batas Usia Pemakaian Medsos pada Anak Menurut Komdigi

Orang tua yang disurvei juga merasa yakin dengan kemampuannya, dengan 84 persen mengatakan mereka dapat melibatkan anggota keluarga dan teman dekat dalam diskusi tentang melindungi privasi anak-anak dan 82 persen setuju punya kemampuan untuk meminta izin anak-anak mereka sebelum memposting konten tentang mereka.

“Secara umum, seiring bertambahnya usia orang tua, mereka akan mendapatkan lebih banyak pengalaman dalam mengasuh anak dan menjadi lebih peka terhadap ancaman dan kerentanan, baik daring maupun luring, yang mengarah pada peningkatan proaktivitas dalam menanggapi dan melindungi,” kata Trisha Octaviano, Manajer Senior, Edukasi Keamanan Siber untuk Asia Pasifik di Kaspersky.

Ibu cenderung lebih menjaga keamanan

Temuan Kaspersky juga mengungkapkan bahwa ibu cenderung lebih condong ke praktik digital yang lebih aman.

Menurut penelitian, ibu menunjukkan niat yang lebih kuat untuk melindungi privasi anak-anaknya karena persepsi penilaian penanggulangan mereka yang lebih baik.

Mereka lebih cenderung percaya pada efektivitas langkah-langkah privasi dan merasa yakin akan kemampuannya untuk bertindak aman di media sosial.

Baca Juga: Cita-Cita Anak Jadi Influencer? Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua

Temuan ini menunjukkan bahwa naluri protektif ibu meluas ke ruang digital, menghasilkan perilaku berbagi yang lebih hati-hati.

“Bagi para ibu, mereka memiliki dorongan biologis untuk melindungi anak anak mereka di dunia fisik, yang diterjemahkan menjadi keinginan untuk melindungi mereka dari ancaman digital juga,” kata Trisha.

Kaspersky menambahkan, meski membagikan momen keluarga di internet dapat menciptakan koneksi dan dukungan, hal ini juga bisa mengekspos anak pada risiko yang kerap tak terlihat seperti profiling, pelacakan yang tidak diinginkan, dan penyalahgunaan informasi pribadi.

Tips jaga keamanan anak secara daring

Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk melindungi keamanan digital anak mereka secara daring:

  • Hapus akun lama yang tidak lagi digunakan.
  • Atur akun menjadi privat jika Anda tidak ingin profil Anda bersifat publik.
  • Luangkan waktu untuk menelusuri pengaturan privasi di akun media sosial Anda, dan periksa secara berkala, karena pengaturan tersebut cenderung berubah. Tinjau jaringan kontak Anda, aktivitas masa lalu, dan visibilitas profil.
  • Sebelum mengungkapkan informasi apa pun secara online, pikirkan apakah informasi tersebut dapat menjadi bumerang bagi Anda.
  • Berhati-hatilah dalam mengungkapkan geolokasi dalam unggahan dan hapus metadata dari file foto.
  • Pertimbangkan untuk menghapus unggahan yang mengungkap lokasi anak Anda yang sering dan penting, misalnya sekolah, klub olahraga.
  • Pantau secara aktif aktivitas online anak Anda.
  • Gunakan alat atau aplikasi keamanan seperti Kaspersky Safe Kids yang memudahkan kontrol orang tua, termasuk melacak keberadaan dan kebiasaan penggunaan perangkat, membatasi konten, menyeimbangkan waktu layar, dan lain-lain.

Leave a Reply