Lifestyle

Jelang Iduladha, Ini Tips Pilih Hewan Kurban yang Sehat dan Layak

Ilustrasi jual hewan kurban. (Gambar dibuat dengan AI Gemini)

TopCareer.id – Jelang Hari Raya Iduladha, masyarakat biasanya mulai mencari hewan kurban. Meski begitu, pakar mengingatkan warga supaya tidak asal membeli hewan kurban.

Menurut Lili Zalizar, ​Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan, kondisi kesehatan hewan merupakan faktor paling krusial agar ibadah kurbah sah secara syariat dan dagingnya aman dikonsumsi.

Lili pun memberikan beberapa tips untuk melihat kesehatan hewan kurban untuk Iduladha. Pertama, amati postur dan cara berdiri hewan secara menyeluruh.

“Pertama kita lihat dulu ternaknya dari depan, samping, dan belakang. Pastikan hewan bisa berdiri tegak dan tidak pincang,” kata Lili, dikutip dari laman resmi UMM, Jumat (15/5/2026).

Ia menegaskan, hewan dengan cacat fisik, termasuk pincang, tidak diperbolehkan menjadi hewan kurban menurut syariat.

Selain postur, cek kejernihan mata dan kebersihan kulit juga menjadi indikator penting. Hewan kurban tidak boleh buta atau mengalami gangguan penglihatan yang sering kali ditandai dengan selaput putih atau mata yang keruh.

Baca Juga: Ragam Teknik Memasak Daging Kurban yang Menggugah Selera

Pastikan juga kulitnya bersih dari penyakit seperti kudis atau scabies.

“Kalau untuk kurban, pilih yang kulitnya mulus dan tidak kudisan karena kita ingin mengurbankan hewan yang terbaik,” kata Lili.

Selain itu, waspadai tanda-tanda penyakit menular berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks.

Hewan yang terindikasi PMK umumnya menunjukkan gejala berupa keluarnya lendir berlebihan dari mulut, adanya luka pada gusi dan lidah, hingga radang kemerahan dan luka di sela kuku kaki.

​Sementara, hewan yang terkena Antraks biasanya mengalami kejang-kejang yang kerap disertai pendarahan dari hidung atau anus (rektum). Daging dari hewan ini sangat berbahaya jika dikonsumsi.

Lili mengingatkan bahwa apabila ada tanda-tanda seperti itu, sebaiknya jangan dipilih untuk kurban.

Indikator kesehatan lainnya adalah nafsu makan hewan. Hewan yang sehat akan aktif makan dan terlihat bugar.

Baca Juga: Limbah Hewan Kurban Harus Dikelola Biar Tak Cemari Lingkungan

Lili menambahkan, supaya daging yang dihasilkan lebih banyak dan manfaatnya maksimal, masyarakat disarankan untuk memilih yang berbadan gemuk.

Selain itu, usia hewan juga harus dipastikan sudah memenuhi ketentuan syariat, yaitu minimal berusia dua tahun untuk sapi dan satu tahun untuk kambing atau domba.

Lili juga mengingatkan sebuah prosedur yang sering terlewatkan, yaitu masa istirahat hewan sebelum disembelih. Hewan ternak yang baru menempuh perjalanan jauh wajib diistirahatkan terlebih dulu demi menghindari stres.

​Kelelahan pada hewan dapat memicu sindrom DFD (Dark, Firm, Dry). Kondisi ini membuat kualitas daging menurun drastis karena teksturnya berubah menjadi gelap, keras, dan kering.

Lili pun berharap agar masyarakat bisa menjadi pembeli cerdas. Menurutnya, ibadah kurban bukan sekadar kegiatan memotong hewan tahunan, namun juga wujud keikhlasan yang mengajarkan kepedulian terhadap kualitas pangan yang dikonsumsi bersama.

Leave a Reply