Tips Karier

AI Makin Canggih, 2 Skill Ini Wajib Dikuasai Pekerja Entry-Level

TopCareer.id – Dengan berubahnya dunia kerja yang terdampak teknologi AI (artificial intelligence), banyak orang bertanya-tanya kemampuan apa yang kini harus dimiliki pekerja entry-level, agar dapat berkembang.

Aparna Nair, Chief Talent, Leadership & Culture Officer IBM menyebut, pekerja entry-level saat ini harus memastikan mereka benar-benar membangun kemampuan untuk berpikir kritis dan dapat mengambil keputusan.

“Pekerja entry-level harus fokus memastikan mereka benar-benar membangun kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan,” kata Nair kepada CNBC Make It, dikutip Kamis (8/10/2026).

Dalam survei IBM terhadap 1.500 Chief Human Resources Officer (CHRO) dan 8.800 karyan di seluruh dunia dan terbit September 2026, sekitar 57 persen CHRO menilai berpikir kritis sebagai keterampilan penting di era AI.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan karyawan yang menilainya penting, yakni 49 persen.

Sementara itu, 48 persen CHRO menganggap kemampuan mengambil keputusan dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan ambiguitas sebagai keterampilan penting. Namun, hanya 29 persen karyawan yang berpandangan sama.

Menurut Nair, keterampilan untuk mengambil keputusan biasanya muncul saat seseorang benar-benar mengerjakan sebuah pekerjaan. Namun, saat ini, sebagian pekerjaan sudah dapat dilakukan AI.

Baca Juga: ASEAN Foundation Bidik 1,7 Juta Siswa dan Pendidik Kuasai Skill AI

Karena itu, sebagai gantinya, Nair mengatakan bahwa “memvalidasi hasil yang diberikan AI” dapat membantu seseorang membangun kemampuan mengambil keputusan.

Kemampuan menilai informasi dan menentukan pilihan juga semakin dihargai perusahaan. Di sisi lain, banyak pekerja justru merasa kemampuan tersebut mulai menurun karena penggunaan AI.

Dalam survei IBM, tiga dari empat karyawan yang merasa khawatir mengatakan AI sudah mulai mengikis sejumlah keterampilan mereka. Kemampuan berpikir kritis menjadi keterampilan yang paling banyak disebut.

Padahal, 57 persen eksekutif menilai kemampuan tersebut sangat penting untuk mencapai kesuksesan di dunia kerja.

Kemampuan untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan bisa dilatih dengan berbagai cara.

Beberapa cara seperti dengan membiasakan diri berpikir dalam bahasa lain, lebih banyak bertanya, mempertimbangkan beberapa langkah ke depan, hingga belajar dari orang-orang yang terbiasa mengambil keputusan di pekerjaan.

Kemampuan tersebut juga bisa ditunjukkan kepada calon perusahaan saat melamar pekerjaan.

Bonnie Dilber, Senior Manager of Talent Acquisition di Zapier mengatakan, pencari kerja bisa membagikan pandangan mereka soal isu-isu di industri lewat LinkedIn. Ini dirasa bisa menunjukkan kemampuan berpikir kritis seseorang terhadap pekerjaannya.

Baca Juga: Menaker: Adopsi AI Bukan Cuma Soal Ubah Cara Kerja

Sementara saat rekrutmen kerja, kemampuan bepikir kritis dan mengambil keputusan bisa ditunjukkan dengan menjelaskan proses berpikir, serta saat menunjukkan pekerjaan mana yang akan dikerjakan sendiri, mana yang perlu bantuan AI, serta alasannya.

Dilber menegaskan AI memang bisa membantu pekerja entry-level mengerjakan sejumlah tugas.

Namun ia mengatakan, tidak seorang pun seharusnya menggunakan AI untuk mengambil keputusan, karena itu bisa membuat pekerja kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dasar dan membangun keahlian.

:Orang benar-benar perlu meluangkan waktu untuk membangun pengetahuan dan keahlian, membentuk opini mereka sendiri, lalu menggunakan AI,” ujar Dilber. “Keahlian dibangun melalui banyak sekali pengalaman.”

Nair pun menyebut kemampuan berpikir kritis dan menilai kualitas informasi akan tetap relevan, meski kebutuhan terhadap keterampilan teknis tertentu terus berubah. Keduanya juga akan membantu pekerja membangun keahlian mereka.

“Anda hanya perlu memiliki pola pikir bahwa Anda terus-menerus membentuk dan membangun keterampilan baru,” ujarnya.

Banner Loker

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button